• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat konferensi pers kasus pembunuhan wanita di bekas mes PJB Kabupaten Malang. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat konferensi pers kasus pembunuhan wanita di bekas mes PJB Kabupaten Malang. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Pelaku Pembunuhan Wanita di Karangkates Itu Anak Kandungnya Sendiri

Mengaku Dapat Bisikan, Rela Bunuh Ibu demi Harta Karun Berlian

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Polres Malang akhirnya berhasil mengungkap misteri mayat terkubur dengan posisi terbalik di bekas mes Pembangkit Jawa Bali (PJB), Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Korban bernama Mistrin, 56, yang ternyata dibunuh anak kandungnya sendiri untuk dijadikan tumbal mendapatkan harta karun.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan jika hasil otopsi menyatakan mayat tersebut sudah meninggal 2 minggu yang lalu.

You might also like

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

14/07/2026 8:30 AM
Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

13/07/2026 9:25 PM

“Saat diotopsi, ternyata mayatnya diperkirakan sudah meninggal dua minggu yang lalu. Dan ada perbedaan pada bagian tubuhnya. Jadi, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertanam di tanah, tapi kakinya terbalik di atas. Sedangkan kepala sampai dada si korban ini terkubur di dalam tanah,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Malang pada Sabtu sore (13/02/2021).

Tersangka pembunuh ibu kandungnya sendiri demi harta karun. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Tersangka pembunuh ibu kandungnya sendiri demi harta karun. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Setelah 2 hari melaksanakan penyelidikan, Satreskrim Polres Malang akhirnya berhasil mengungkap misteri pembunuhan ini. Pelakunya adalah anak kandung korban bernama Arifudin Hamdy, 35.

“Akhirnya setelah proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Malang, kami menyatakan bahwa kasus ini adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak laki-laki yang merupakan anak kandung korban sendiri,” tuturnya.

Kronologi kejadian itu sendiri bermula pada Januari 2021 lalu saat korban dan tersangka bersama-sama menemukan seorang dukun di wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar.

“Setelah dilakukan proses penyidikan, akhirnya ditemukan bahwa korban bernama Mistrin yang berusia 56 tahun pada Januari 2021 lalu ini sempat menemui orang pintar di daerah Wlingi, Kabupaten Blitar, bersama si anak yang juga pelaku pembunuhan,” beber Hendri.

Tujuan keduanya menemui dukun itu adalah menanyakan kebenaran adanya harta karun yang terkubur di sekitar bangunan bekas mes di PJB Karangkates.

“Tujuan keduanya untuk menanyakan harta karun yang terkubur di sekitar kios tempat korban berjualan. Dari keterangan orang pintar tersebut muncul anggapan di bangunan tua sekitar TKP tersebut ada harta karunnya,” ucapnya.

Selanjutnya, korban langsung berencana untuk menggali di sekitar PJB Karangkates pada 26 Januari 2021.

“Hingga akhirnya pada 26 Januari 2021, si korban meminjam cangkul dan sabit dari kios tetangganya untuk menggali tanah di bangunan tua yang menjadi TKP pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Kapolres kelahiran Solok, Sumatera Barat, ini menceritakan jika korban melakukan upaya penggalian di TKP. Setengah jam kemudian, si tersangka menyusul. Kemudian pelaku mengatakan jika saat itu korban sudah dalam kondisi pusing-pusing.

Baru setelah itu si tersangka mendapatkan bisikan dari alam gaib untuk mendorong ibunya ke dalam lubang yang sudah digali tersebut.

“Setelah itu, tersangka merasa mendapatkan bisikan mungkin dari alam gaib. Dia mendapatkan bisikan agar mendorong korban ke dalam lubang yang sudah digali tersebut. Harapannya, setelah didorong nanti akan keluar harta karunnya, mungkin ini bisa disebut sebagai tumbal,” tandasnya.

Hendri lalu mengatakan jika setelah mendorong ibunya hingga tewas, pelaku langsung mengubur mayat ibunya dengan posisi terbalik, yaitu posisi kaki di atas. Dan tersangka pun langsung meninggalkan TKP serta kembali beraktivitas seperti biasanya.

“Si tersangka ini sempat kembali ke TKP setelah 3 hari kejadian untuk memastikan apakah sudah ada harta karunnya di sana atau tidak. Ternyata belum ada harta karun yang keluar dan posisi korban masih di posisi yang sama,” katanya.

Hingga akhirnya mayat tersebut ditemukan oleh seorang petugas PJB Karangkates yang sedang membersihkan lokasi tersebut.

“Pada 11 Februari 2021, mayat korban ditemukan warga di sana yang kebetulan sedang melakukan aktivitas. Warga langsung melapor kepada Polsek Sumberpucung,” jelasnya.

Jajaran Satreskrim Polres Malang sendiri hingga saat ini masih memeriksa tersangka, begitu juga dengan kondisi kejiwaannya.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda pemukulan terhadap korban karena kondisi tubuhnya tidak ada tanda memar atau luka dari senjata tumpul maupun senjata tajam. Tapi, kami tetap akan memeriksa lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan tersangka,” ucapnya.

Tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 Ayat 3 KUHP.

“Pasal yang dikenakan yaitu 338 KUHP tentang pembunuhan, kemudian kami juncto dengan Pasal 351 Ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka sendiri mengatakan jika harta karun yang dia gali berupa berlian berdasarkan informasi dari dukun yang didatangi keduanya.

“Saya dapat informasi ada harta karun di bangunan tua PJB, informasinya dari dukun. Mbah Joni (dukun) bilang kalau itu saya keruk (gali), itu dapat harta karun. Harta karunnya berupa berlian dan itu belum dapat hingga sekarang,” lanjutnya.

Tersangka juga mengatakan jika ibunya sudah lama menderita sakit kepala. Dan saat kejadian, ibunya meninggal karena ditarik makhluk halus ke dalam lubang galiannya sendiri.

“Yang menggali itu Ibu sebelum meninggal. Setelah itu orangnya tidak sadarkan diri karena pusing. Pusingnya itu sudah lama yang dirasakan ibu saya. Lalu Ibu saya meninggal dan ada yang narik dari dalam situ (lubang galian) oleh penghuninya (makhluk halus),” jelasnya.

Dia juga menjelaskan jika area sekitar PJB Karangkates tersebut memang terkenal angker.

“Saya dikasih tahu kalau di situ angker, ada orang yang masuk ke situ bilang ada penghuninya (makhluk halus),” ujarnya. (rap/ln)

Tags: Kabupaten MalangKasus pembunuhankorban dibunuhPJBWanita di bekas Mes PJBwanita di Karangkates
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jawa Timur

Kabut Tebal dan Udara Kabur Kepung Jawa Timur, Kontras Cuaca Cerah di Madura Picu Sorotan

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 8:30 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (14/07/2026) menunjukkan dominasi kabut dan udara kabur di banyak wilayah, terutama kawasan...

Lumpur Lapindo.

Komisi VII DPR RI Tinjau Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo, Minta Tanggul Segera Diperkuat Lindungi Jalur Nasional

by Dwi Linda
13/07/2026 9:25 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meninjau lokasi luberan lumpur di kawasan Pusat Pengendalian Lumpur...

Bazar Blitar Djadoel.

6 Ton Gunungan Limbah Sampah Jadi “Oleh-Oleh” Bazar Blitar Djadoel, 40 Dropbox Diabaikan

by Dwi Linda
13/07/2026 8:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 menyisakan persoalan lingkungan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar mencatat,...

Blitar

Pengunjung Blitar Djadoel Ngeluh Kena ‘Getok’ Tarif Parkir Rp5 Ribu, Ini Respons Wali Kota

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 2:00 PM
0

KOTA BLITAR, Tugujatim.id - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk memberantas praktik parkir liar dan tarif ugal-ugalan sepanjang gelaran Bazar...

Next Post
5 Fakta Ikan Paus, Hewan Terbesar di Muka Bumi

5 Fakta Ikan Paus, Hewan Terbesar di Muka Bumi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID