• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dr Rini Oktavia MSi MA dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sekaligus pegiat Pusat Riset Scientific, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Dr Rini Oktavia MSi MA dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sekaligus pegiat Pusat Riset Scientific, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Akademisi Pendidikan: Plagiasi Membuat Kemampuan Ilmiah Tak Berkembang!

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Para akademisi perguruan tinggi di Indonesia masih terus membahas mengenai plagiasi. Salah satunya adalah Dr Rini Oktavia MSi MA. Dia merupakan pegiat di Scientific, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) sekaligus akademisi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Dr Rini menyampaikan bahwa plagiasi membuat “scientific ability” tidak berkembang di lingkungan akademik.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

“STEM itu berasal dari konsep ‘scientific ability’, sesuatu yang saintifik harus objektif dan berdasarkan data. Harus berdasarkan fenomena. Nah, ketika kita melakukan plagiasi, ada banyak ‘scientific ability’ yang tidak berkembang,” terangnya pada Jumat (12/02/2021), pukul 16.30 WIB.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam perbedaan akademisi yang memakai plagiasi dan mengerjakan secara murni ialah kemampuan dalam menjelaskan fenomena yang diteliti dan proses analisis datanya.

“Misalnya dalam melihat objektivitas, dari sebuah fenomena kalau dia mencontek atau plagiasi kan tidak paham seperti apa, otomatis dia tidak paham bagaimana menganalisis data dan lain-lainnya,” tuturnya.

Menggunakan perspektif yang dibawa STEM, Dr Rini menyampaikan bahwa aspek-aspek dalam “scientific ability” yang tidak berkembang ialah inovasi, kreativitas, “critikal thinking”, dan kemampuan akademis lainnya.

“Saya melihatnya kalau dalam STEM banyak ‘scientific ability’ yang tidak berkembang. Salah satunya inovasi, kreativitas, ‘critical thinking’ tidak berkembang. Jadi, tak heran di negara yang masih subur plagiasinya itu tidak berkembang bidang sainsnya. Sebab, memang perkembangan sains didukung dari kemampuan melakukan hal-hal yang bersifat inovatif dan kreatif,” imbuhnya.

Diskusi dan pemaparan mengenai plagiasi ini memang perlu disampaikan pada masyarakat, mengingat banyak yang masih belum memahami dan mengerti mengenai plagiasi. Terlebih di wilayah kampus itu sendiri. Dr Rini juga membahas soal kasus plagiasi yang berkaitan dengan Rektor Unnes.

“Ini memang sesuatu yang harus dilakukan. Karena begitu lemahnya pemahaman masyarakat (mengenai plagiarisme, red), terutama masyarakat akademik kita terhadap konsep plagiarisme. Saya membaca pembelaan yang disampakkan Rektor Unnes terhadap tuduhan plagiarismenya,” ucapnya.

Selain itu, Dr Rini membahas bahwa ide tetap bersumber dari orang yang menghasilkan ide itu sehingga hal karya dimiliki oleh pemilik ide. Namun, dalam kasus Rektor Unnes, hal itu kurang dipertimbangkan dan tak mengetahui lebih jauh mengenai plagiarisme.

“Bahwa konsep kepemilikan dari sebuah karya itu dianggap hak yang punya ide, tanpa melihat bahwa dalam prosesnya ide tersebut menjadi kepemilikan dari mahasiswa. Pada saat publikasinya, beliau tidak memahami apa itu plagiarisme,” terangnya.

Jadi, dalam kasus tersebut telah masuk dalam kategori kriminalitas dalam dunia akademik. Dia menjelaskan bahwa kasus itu dapat digolongkan juga dalam bentuk ilegal dalam produksi karya tulis ilmiah.

“Kalau kesalahan saja dengan mudah bisa dijelaskan, di situ bisa menurunkan kredibilitas beliau sebagai seorang ilmuwan. Tapi kalau sekarang, sudah mengarah ke kesalahan yang bersifat kriminalitas. Itu sesuatu yang ilegal,” ujarnya.

Harapan Dr Rini, masyarakat harus tahu perbedaan plagiarisme, harus tahu apakah yang membuat banyak akademisi terjebak dalam plagiarisme apabila mereka tidak berhati-hati dalam menjalankan penelitian ilmiahnya. (Rangga Aji/ln)

 

 

 

Tags: akademisikampuskarya plagiatplagiarismeplagiatuniversitas
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Muazzinah Yacob BSc MPA, dosen FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (Foto: Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)/Tugu Jatim)

Akademisi UIN Banda Aceh: Plagiasi Itu Tindak Kejahatan dan Tindak Kriminal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID