• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mengulik Sejarah Keraton Gunung Kawi yang Jadi Akulturasi 5 Agama

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Jika kita mengunjungi Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kita akan menyaksikan sendiri bagaimana 5 agama yang hidup secara harmonis.

Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin, menceritakan jika Objek Wisata Budaya Gunung Kawi dulunya adalah tempat menimba ilmu yang didirikan oleh Eyang Djoego (Raden Mas Soeryo Koesmono atau Kiai Zakaria II) dan Eyang Iman Soedjono (Raden Mas Iman Soedjono).

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Eyang Djoego dan Eyang Iman Soedjono beliau adalah ulama atau Wali Allah yang berperan menyebarkan agama Islam pada masa Perang Diponegoro (1825-1830). Dan Eyang Djoego itu masih cicit dari Kanjeng Bendoro Pakubuwono yang di Solo, masih keturunan dari Diponegoro,” ungkapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

“Kalau Eyang Iman Soedjono itu masih keturunan atau trah silsilah dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Jogjakarta. Beliau masih keturunan dari Hamengkubuwono I,” sambungnya.

Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kedua tokoh ini sendiri selain menyebarkan agama Islam, juga ikut membantu mengusir penjajah di wilayah Gunung Kawi. Keduanya juga mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan agama tanpa memandang ras, suku, agama hingga bahasa.

“Beliau (keduanya) selain mengajarkan agama Islam juga ikut membantu mengusir penjajah dari Bumi Nusantara. Dan mengumpulkan prajurit maupun pemuda-pemuda untuk menimba ilmu, tetapi beliau tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, warna kulit dan bahasa,” tuturnya.

Bahkan, setiap murid diwajibkan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Tanpa harus terpaku kepada kepercayaan gurunya yang merupakan umat Islam.

“Setiap murid juga diwajibkan untuk sembahyang menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Yang Islam buatlah surau atau waqaf atau yang sekarang disebut langgar, yang Nasrani buatlah gereja, Hindu pura, Budha wihara dan untuk orang Chinese membikin klenteng,” ungkapnya.

“Makanya semua ada dari masjid, gereja pura, wihara sampai klenteng yang merupakan akulturasi budaya tadi atau Bhinneka Tunggal Ika. Karena kita semua itu benar-benar minta kepada Tuhan yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, serta menimba ilmu Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono,” lanjutnya.

Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Eyang Djoego dan Eyang Iman Soedjono sendiri wafat pada 1871 dan 1876, keduanya wafat hanya berselang 5 tahun. Dan hingga saat ini makam keduanya di Objek Wisata Budaya Gunung Kawi masih sering dikunjungi peziarah mulai dari orang biasa sampai pejabat publik.

“Eyang Djoego sendiri wafat pada 1871, sedangkan Eyang Iman Soedjono wafat pada 1876,” beber Sholikin.

Lebih lanjut, pria asli Desa Wonosari ini mengatakan hanya di Objek Wisata Budaya Gunung Kawi ini terdapat akulturasi budaya dari 5 agama.

“Di Malang Raya akulturasi semua budaya agama cuman ada di Gunung Kawi sini. Di sini gereja ada, pura di atas ada, keraton, wihara, masjid, klenteng,” tegasnya.

“Bangunan (kelenteng) ini juga termasuk akulturasi budaya seperti ukurannya dari Bali atau Hindu, tiangnya ini ada Jawa Mentaraman, di atas kita ini ada Paqua,” pungkasnya. (rap/gg)

Tags: Gunung KawiKabupaten MalangMalangWisatawisata religi
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Ilustrasi Spongebob Squarepants.(Foto: Pixabay) fakta menarik spongebob tugu jatim

5 Fakta Menarik Spongebob Squarepants yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID