PASURUAN, Tugujatim.id – Dinas Sosial Kota Pasuruan kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT). Kali ini giliran ratusan buruh rokok dan perempuan kepala keluarga (Pekka) di Kota Pasuruan mendapat BLT yang dikucurkan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2022.
BLT ratusan buruh rokok dan perempuan kepala keluarga itu diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, dan perwakilan kepala dinas di gedung Gradika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Rabu (09/11/2022).
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, total Rp21 miliar DBHCT yang diterima Pemerintah Kota Pasuruan, Rp4,6 miliar di antaranya dialokasikan untuk BLT.
“Tujuannya untuk membantu meringankan beban hidup para buruh pabrik dan perempuan kepala keluarga,” ujar Kokoh.
Dia menjelaskan, BLT ini disalurkan kepada sekitar 185 KPM buruh pabrik rokok. Setiap bulannya buruh rokok akan mendapatkan bantuan senilai Rp300 ribu yang akan disalurkan selama 4 bulan.
“Buruh pabrik rokok yang dapat bantuan tentunya yang ber-KTP Kota Pasuruan, meski kerjanya di luar kota,” jelasnya.
Sementara BLT untuk perempuan kepala keluarga (Pekka) disalurkan kepada 308 KPM. Kokoh menyatakan khusus untuk perempuan kepala keluarga bantuan BLT disalurkan hanya bagi mereka yang memiliki usaha kecil ultra mikro dan belum pernah menerima bantuan sosial lain. Bantuan pun harus digunakan untuk membeli barang-barang untuk mengembangkan usaha penerimanya.
“Untuk Pekka dapat bantuan modal usaha masing-masing Rp2 juta,” imbuhnya.
Dinsos Kota Pasuruan juga melakukan seleksi ketat bagi para penerima BLT modal usaha untuk perempuan kepala keluarga. Menurut Kokoh, dari data 1.012 calon penerima setelah diverifikasi ternyata hanya 308 KPM yang layak menerima bantuan.
“Kebanyakan gugurnya karena tidak lagi punya usaha, ada juga yang meninggal, menikah, atau menerima bantuan lain,” ucapnya.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Pasuruan juga tengah bersiap menyalurkan bantuan Bantalan Sosial Pengendalian Inflasi. Menurut Kokoh, untuk bantuan ini juga akan diambilkan dari dana DBHCT senilai Rp2,74 miliar. Sebanyak 4.610 KPM masuk dalam rencana sasaran penerima bantuan Bantalan Sosial Pengendalian Inflasi ini.
“Bantuannya akan disalurkan bulan depan, sekarang proses verifikasi di lapangan,” ujarnya.








