• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Agus Kepang

Koleksi kostum karnaval milik Agus Kepang yang banyak diminati penyewa saat even Agustusan maupun festival lain. Foto Rochim

Agus Kepang, Sekuriti Sekaligus Seniman Perancang Kostum Karnaval dari Tuban

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Agus Heri Susilo atau Agus Kepang (50) dikenal sebagai seorang seniman dan perancang kostum karnaval di Kabupaten Tuban dan sekitarnya. Aneka kostum telah diciptakan dan mengisi sekian even karnaval di Tanah Air.

Karya warga Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban itu telah dipesan dari berbagai kota, termasuk Kediri, Jember, Malang, Blora dan lain-lain.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Kostum-kostum ini banyak peminatnya, baik dari dalam maupun luar Tuban,” kata Agus di lokasi workshopnya, Senin  (05/08/2024).

Agus sendiri sehari-hari bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan. Ilmu mendesai kostum karnaval diperoleh secara otodidak atau tanpa sekolah formal dan pelatihan tertentu. Kendati demikian karyanya berhasil menarik banyak perhatian publik.

Agus Karnaval
Salah satu penyewa mencoba kostum yang rencananya akan digunakan saat even karnival di desanya. Foto Rochim

Ketrampilannya sebagai perancang kostum karnaval berawal pada 2018. Sebuah kompetisi fashion mengantarkannya sebagai juara pertama lewat kostum yang dikenakan oleh putrinya. Sejak saat itu, Agus mendalami seputar kostum karnival hingga banyak mendapat pesanan.

Setiap kostum yang dibuat memiliki detail dan keunikan tersendiri. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk sebuah kostum, walaupun pernah juga menghabiskan waktu hingga tiga minggu untuk konsep pesanan yang rumit.

Kostum-kostum tersebut disewakan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp350 Ribu untuk ukuran anak-anak, hingga Rp850 ribu untuk dewasa. Jika termasuk make up atau riasan, harga sewa bisa mencapai Rp900 Ribu. Kini, Agus memiliki koleksi 25 kostum karnival dan maskot yang siap memeriahkan berbagai acara.

“Sekarang yang memesan kostum sudah hampir 61 orang. Satu kostum biasanya disewa dua hingga tiga kali dalam even-even seperti perayaan Agustusan,” ungkapnya.

kostum karnaval
Pekerja Galeri milik Agus Kepang menyelesaikan pesanan kostum karnaval. Foto Rochim

Setiap pembuatan sebuah kostum, Agus mendesain sesuai dengan inspirasi, dibantu oleh dua orang pekerjanya. Setiap kostum dibuat dengan ketelitian dengan merajut dan modifikadi bahan secara detail dan memadukan warna yang sesuai.

Agus juga mengungkapkan bahwa perjalanan berkaryanya tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 pernah membuatnya hampir dua tahun terhenti, karena memang aktivitas dan festival berhenti total.

“Pandemi membuat semuanya sulit. Hampir tidak ada yang menyewa kostum karena semua acara dibatalkan,” ungkapnya.

Saat itu, Agus memanfaatkan waktu untuk terus berkreasi dan memperbaiki koleksi kostumnya, sambil penuh harap dunia kembali normal dengan berbagai even yang menyewa konstumnya.

Salah satu pelanggan Agus, Suwanto mengaku beberapa kali menyewa kostum untuk even Agustusan di desanya ke galeri milik Agus. Kualitas dan pilihan menjadi pertimbangan, selain juga harga sewa.

“Saya memilih menyewa kostum di galeri Agus Kepang karena pilihannya banyak dan harganya sedikit miring dibandingkan penyewaan lainnya,” ujar Suwanto, Warga Desa Swalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Kisah perjalanan Agus Kepang merupakan contoh nyata bahwa ketekunan, kreativitas dan cinta mengantarkannya terus berkarya. Agus pun telah membuktikan bahwa seni bisa hadir dari mana saja, termasuk dari seorang sekuriti yang memiliki hasrat besar dan kesempatan dalam dunia fashion dan karnaval.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten TubanTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Unggul FC

Unggul FC Malang Tutup Musim 2023/2024 di Peringkat 5

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID