Ajak ASN Kreatif, Pemkot Malang Gelar Pelatihan TikTok dan YouTube

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan di pelatihan medsos untuk ASN Senin (22/03/2021). (Foto:Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan di pelatihan medsos untuk ASN Senin (22/03/2021). (Foto:Feni Yusnia/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Makin kekinian, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberi pelatihan soal konten TikTok dan YouTube pada para aparatur sipil negara (ASN) di Hotel Ijen Suites, Senin (22/03/2021). Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji mengatakan, diadakannya pelatihan pengelolaan media sosial (medsos) ini guna memantik ide-ide kreatif dan karya menarik dari masyarakat Kota Malang sekaligus wadah untuk mengekspresikan diri.

“Pelatihan ini diharapkan dapat mengasah keterampilan teman-teman untuk memanfaatkan media sosial bagian dari ekspresinya,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan ini difokuskan untuk mengangkat tema moral dari content creator sebagai karakter dan pembeda dari media sosial daerah lainnya.

“Anak muda tetap harus mengedepankan sisi kemanusiaan dalam membuat konten. Sebab, setiap manusia memiliki sisi kemanusiaan dan ketuhanan. Itu yang paling penting dan harus menjadi ciri khas,” jelas dia.

Wali Kota Malang Sutiaji dan peserta pelatihan medsos di Ijen Suites, Senin (22/03/2021). (Foto:Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji dan peserta pelatihan medsos di Ijen Suites, Senin (22/03/2021). (Foto:Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang M. Nur Widianto menambahkan, jika pelatihan tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan digitalisasi.

“Seperti diketahui, saat ini platform media sosial banyak digunakan masyarakat, baik kaum milenial maupun kolonial. Masing-masing harus bijak menggunakan medsos,” ujarnya.

Total, ada 140 orang yang mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari sejumlah masyarakat hingga admin media sosial dari jajaran Pemkot Malang.

Di sisi lain, giat ini juga menjadi satu bentuk dukungan dalam meningkatkan kompetensi bagi kelompok informasi masyarakat (KIM), khususnya warga Kota Malang.

Harapannya, pemkot mampu memunculkan bibit-bibit content creator baru di platform medsosnya sendiri melalui media TikTok dan YouTube.

“Jadi, kami sangat berharap ada satu cara pandang yang sama, bisa bergerak beriiringan dengan Pemkot Malang untuk mengedukasi dan menginformasikan, setidaknya soal potensi-potensi di wilayah masing-masing,” tutupnya. (fen/ln)

  • Bagikan