MOJOKERTO, Tugujatim.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 menjadi momen refleksi terutama bagi kalangan santri sendiri. Peringatan HSN 2025 ini dilontarkan akademisi Mojokerto Moh. Ali Rohmad.
Dosen salah satu kampus swasta Islam di Mojokerto ini berpandangan bahwa peran santri sangat besar terutama sebelum Republik Indonesia merdeka.
Baca Juga: Menuju HSN 2025, Bupati Mojokerto Ajak Santri Jadi Benteng Moral Bangsa
“Selain itu, santri harus kuat secara ideologi dan unggul dalam prestasi sehingga dapat terus mengawal kemerdekaan untuk mewujudkan peradaban dunia,” kata sosok yang juga alumnus Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, ini.
Meski begitu, Ali Rohmad yang sebelumnya pernah nyantri di pondok pesantren mengaku belakangan ini kalangan pesantren sedang mendapat beragam ujian. Meski begitu, Ali Rohmad yakin bahwa ujian yang datang tidak membuat pesantren goyah, seperti motto pondok pesantren tempat Ali Rohmad dulu nyantri.
“Motto pondok pesantren tempat saya nyantri dulu adalah sesungguhnya hidup adalah keyakinan dan perjuangan. Ujian demi ujian untuk pesantren silih berganti, dari dulu sampai saat ini. Namun sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, yakin semua akan baik-baik saja,” sambungnya.
Akademisi Ajak Satri Bersikap Bijak
Untuk menyambut momen HSN 2025, Ali Rohmad ikut mengajak kalangan santri untuk sebisa mungkin tetap bijak.
“Bijak dalam bersikap, baik tanpa menjelekkan, maju tanpa menyingkirkan, dan naik tanpa menjatuhkan,” urainya.
Seperti diketahui, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Keputusan ini diteken sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar kalangan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








