• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi sekolah online. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi sekolah online. (Foto: Pexels)

Akibat Pembelajaran Online, Guru di Bojonegoro Keluhkan Siswanya Alami Krisis Pendidikan Karakter

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan salah satu tempat pembentukan karakter, tapi dengan adanya pandemi Covid-19 membuat para siswa harus melakukan pembelajaran secara online atau daring. Hal tersebut justru membuat beberapa tenaga pendidik merasa Indonesia telah krisis pendidikan karakter.

Kepala Sekolah swasta di Bojonegoro Binti Fuadiyah menyebutkan, pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir ini membuat kegiatan belajar mengajar tatap muka yang berhenti dan diganti dengan pembelajaran daring ternyata sangat berdampak pada siswa, terutama pada karakternya.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

“Sangat berpengaruh sekali, terutama pada karakter anak yang dulu sudah kami bentuk, karena pandemi belajar di rumah, semuanya jadi hilang,” katanya.

Tidak jarang, pihaknya menemui siswa yang berkata kasar bahkan jelek kepada temannya. Binti mengatakan, parahnya lagi, ada siswa yang berani melawan perintah dari guru. Sebagai seorang pendidik, kejadian tersebut membuatnya sangat terpukul. Menurut dia, kedisiplinan dan ketertiban yang sudah ditanamkan sejak masuk sekolah hilang begitu saja.

“Kalau sekolah tatap muka dulu, siswa bisa disiplin, berangkat pagi, salat Duha tanpa paksaan karena pendidikan karakter ini perlu pembiasaan,” ucap dia.

Selain itu, tak jarang orang tua yang mengeluh kepadanya mengenai cara membuat anaknya mudah diatur ketika di rumah, terlebih beberapa orang tua juga sibuk bekerja sehingga kurang pengawasan. Menurut dia, mengembalikan karakter generasi penerus bukan hal yang mudah dilakukan, perlu usaha ekstra dari pendidik. Selain itu, juga perlu kesabaran dan pembiasaan.

Sementara itu, salah satu guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Soko, Kabupaten Tuban, juga mengeluhkan beberapa siswa yang menyepelekan tugas yang diberikan. Bahkan, dari beberapa tugas yang diberikan lebih sering tidak dikerjakan. Bahkan, sering ditemui siswa yang ketika diingatkan untuk mengumpulkan tugas melalui media online, membalas dengan kalimat yang tidak sepatutnya.

“Kami sudah berusaha mengingatkan dengan baik melalui WhatApp, tapi terkadang mereka membalas dengan tidak sopan bahkan menguras kesabaran,” ungkap Fatmawati, guru bahasa Indonesia di SMPN 1 Soko itu.

Dia menegaskan, siswa zaman sekarang berbeda jauh dari siswa yang ditemuinya dulu, terlebih soal kesopanan dan penghormatan pada guru yang semakin hilang.

Sedangkan Adi Prayitno selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bojonegoro– Tuban menuturkan, pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa bulan lalu juga sudah memberikan pesan untuk tidak menjadikan pembelajaran online sebagai hambatan dan menekankan penumbuhan akhlak mulia atau karakter yang bernilai Pancasila terhadap peserta didik.

“Meski pembelajaran online, jangan dijadikan sebagai hambatan untuk menimba ilmu dan di MPLS online ini saya tekankan untuk penumbuhan akhlak mulia atau karakter yang bernilai Pancasila,” ungkapnya.

Tags: Bojonegoro hari iniGuru di BojonegoroPembelajaran daringPembelajaran onlinependidikan karakter
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Lead The Fest hari kedua menghadirkan Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology and Innovation, Shinta W. Kamdani CEO Sintesa Group, dan Shinta W. Dhanuwardoyo CEO Bubu.com/tugu jatim

Perempuan Pengusaha Sekaligus Ibu Rumah Tangga, Lead The Fest Hari ke 2 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID