JEMBER, Tugujatim.id – Gelombang protes damai dari ratusan santri yang terhimpun dalam Aliansi Santri Kabupaten Jember menggema di kawasan Transmart Jember, Kamis (16/10/2025). Santri Jember ini menggelar demo menuntut klarifikasi resmi terkait konten siaran Trans7 yang dinilai merendahkan martabat Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Demo santri Jember yang berlangsung tertib tersebut diwarnai dengan berbagai spanduk dan poster yang menyuarakan kekecewaan terhadap liputan yang dianggap jauh dari standar jurnalisme berimbang.
Juru Bicara Komando Santri Jember Ayub Junaidi menyatakan, gelaran aksi ini merepresentasikan dukungan penuh terhadap dunia pesantren dan para santri di tanah air. Dia menegaskan bahwa konten yang ditayangkan stasiun televisi tersebut telah mencederai kehormatan institusi pendidikan keagamaan.
Baca Juga: KPID Jatim Terima 288 Aduan Warga soal Tayangan Trans7 yang Dinilai Bermuatan SARA
“Komunitas santri di Jember mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang telah mencoreng nama baik pesantren, terutama Lirboyo Kediri. Konten siaran tersebut menempatkan kami dalam posisi yang tidak menguntungkan,” ungkap Ayub.
Menurut Ayub, manajemen Trans Media yang merupakan perusahaan induk Trans7 sekaligus berada di bawah kendali pengusaha Chairul Tanjung, belum memperlihatkan kesungguhan dalam menyampaikan permohonan maaf.
“Hingga detik ini, kami tidak melihat adanya permintaan maaf yang sungguh-sungguh dari jajaran Trans Corp,” tegas Ayub.
Dalam daftar tuntutan mereka, kelompok santri ini mengharapkan Trans7 menyiarkan pernyataan permintaan maaf resmi melalui kanal broadcasting mereka secara berkesinambungan selama satu pekan penuh alias nonstop. Para demonstran juga mengkritik rapuhnya implementasi kaidah jurnalistik dalam produksi konten yang dipersalahkan.
“Menurut penilaian kami, tayangan itu timpang dan tidak objektif. Ini bukan kejadian perdana, melainkan sudah terjadi berkali-kali. Seharusnya Trans7 lebih teliti dalam mengemas konten informasi,” papar Ayub.
Kendati penuh semangat, jalannya aksi tetap terjaga dalam koridor damai. Perwakilan manajemen Transmart Jember selaku tuan rumah lokasi demo juga merespons langsung terhadap para pengunjuk rasa.
Transmart Minta Maaf, Janji Sampaikan Aspirasi Pendemo
Sementara itu, Koordinator Manajer Transmart Jember Nur Wahid menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang ditimbulkan oleh polemik tayangan dimaksud.
“Kami mengucapkan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada seluruh santri di Jember terkait kontroversi ini,” kata Wahid.
Dia juga berkomitmen untuk mengakomodasi seluruh aspirasi para santri dan melaporkannya kepada pimpinan di kantor pusat Jakarta.
“Suara kalian akan kami eskalasi langsung ke tingkat manajemen tertinggi,” janjinya.
Setelah menyuarakan tuntutan di area Transmart, barisan massa kemudian beralih menuju Kantor bupati Jember untuk melanjutkan orasi serta menyerahkan dokumen pernyataan sikap resmi.
Aksi solidaritas ini membuktikan keseriusan komunitas santri Jember dalam menjaga kehormatan dunia pesantren dan memperjuangkan keadilan atas berbagai bentuk penghinaan terhadap institusi pendidikan Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








