• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Proyek JLU Kota Pasuruan.

Suasana audiensi bersama antara Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, DPRD Kota Pasuruan, dan Dinas PUPR terkait penolakan proyek JLU oleh aktivis pada Senin (24/07/2023). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Aktivis Tolak Proyek JLU Kota Pasuruan Nilai Anggaran Tak Masuk Akal, Ini Tanggapan PUPR

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Puluhan aktivis ATUR atau Aliansi Transparansi Untuk Rakyat Pasuruan demo menolak proyek jalur lingkar utara (JLU) Kota Pasuruan di depan Kantor DPRD Kota Pasuruan, Senin (24/07/2023). Proyek JLU Kota Pasuruan ditolak keras karena memakan anggaran jumbo dengan estimasi ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Sementara Pemerintah Kota Pasuruan sendiri mengalami kendala keterbatasan anggaran. Anggaran proyek JLU Kota Pasuruan rencananya diajukan ke pemerintah pusat, namun dinilai masuk akal alias tidak realistis karena bukan proyek prioritas negara pada 2024.

You might also like

ASN

Seleksi Terbuka, 37 ASN Berebut Enam Posisi Eselon II di Pemkot Blitar

10/06/2026 9:25 PM
Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM

Baca Juga: Terlindas Truk Trailer, Pemotor tanpa Identitas Tewas di Osowilangun Surabaya

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gustap Purwoko mengatakan bahwa rencana proyek JLU Kota Pasuruan sudah digadang-gadang sejak 2009. Dari hasil penghitungan kala itu, luasan tanah yang masuk trase proyek JLU mencapai 20 hektare.

“Sebanyak 25 persen lahan sudah dibebaskan secara bertahap,” ujar Gustap saat audiensi.

Sebanyak 75 persen lahan atau sekitar 15 hektare lahan yang belum dibebaskan kemudian dilakukan penghitungan estimasi biaya pembebasan oleh dinas PUPR. Hasilnya dibutuhkan dana hingga Rp200 miliar untuk membebaskan seluruh lahan tersisa yang masuk trase JLU.

“Hasil penghitungan itu kami lakukan lewat aplikasi Bhumi ATR BPN,” imbuhnya.

Namun dari estimasi itu, Dinas PUPR Kota Pasuruan hingga saat ini memperkirakan hanya bisa menganggarkan hingga Rp85 miliar saja untuk pembebasan lahan. Sementara untuk estimasi anggaran pembangunan fisik proyek JLU Kota Pasuruan diperkirakan memakan biaya yang jauh lebih besar.

Estimasi anggaran pembangunan fisik proyek JLU mencapai minimal Rp870 miliar. Namun, estimasi anggaran tersebut masih bisa bertambah hingga maksimal mencapai Rp1 triliun.

Gustap menyebut bahwa pembangunan fisik JLU sendiri nantinya bukan hanya jalan raya. Tapi, juga jembatan hingga drainase.

“Jembatannya ada dua, di Sungai Petung dan Sungai Gembong. Uangnya memang besar. Ada drainase juga di kiri dan kanan jalan,” ungkapnya.

Anggaran besar pembangunan fisik JLU itu rencananya akan dimintakan bantuan kepada pemerintah pusat. Sementara itu, kekurangan anggaran estimasi pembebasan lahan juga masih akan dilakukan kajian lebih lanjut.

Baca Juga: Aktivis Demo Tolak Proyek JLU Kota Pasuruan, Pertanyakan Rasionalitas Anggaran Jumbo

“Memang sebagian besar dibebankan pemerintah pusat, kami juga masih mengukur apakah bisa terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Transparansi Untuk Rakyat Pasuruan (ATUR) Ayik Suhaya menanggapi bahwa penjelasan dinas PUPR masih belum memberikan kepastian terkait kejelasan pembangunan proyek JLU. Dia tetap bersikukuh bahwa anggaran ratusan miliar hingga triliunan rupiah yang diajukan ke pemerintah pusat tidaklah rasional.

Dampak keberadaan JLU juga dianggap para aktivis tidak signifikan terhadap lalu lintas di jalur Pantura Kota Pasuruan.

“Kalau gak ada jaminan kepastian ditolak saja. Tidak menguntungkan dan juga tidak membebani wali kota untuk memikirkan hal yang belum jelas,” ucapnya.

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aktivis Pasuruan demo proyek JLUAliansi Transparansi Untuk Rakyat PasuruanBerita Kota Pasuruan hari iniDemo proyek JLUKasus JLU PasuruanKota Pasuruan hari iniPembangunan proyek JLU PasuruanPenolakan proyek JLU di PasuruanProyek JLU di Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

ASN

Seleksi Terbuka, 37 ASN Berebut Enam Posisi Eselon II di Pemkot Blitar

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 9:25 PM
0

KOTA BLITAR, Tugujatim.id - Proses Seleksi Terbuka (Selter) untuk mengisi kekosongan kursi enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Sidoarjo

Kontes Modifikasi Motor Dua Tak di Sidoarjo Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 11:45 AM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Gelaran kontes modifikasi motor dua tak dalam ajang Jayandaru Vol. 1 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar...

Next Post
siswi Kemlagi.

Cari Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Siswi Kemlagi Kabupaten Mojokerto Masih Berjuang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID