• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Babby Blues

Ilustrasi seorang ibu yang sedang mengalami syndrom baby blues (istock)

Takut Alami Baby Blues? Berikut Penyebab, Bahaya dan Cara Mencegahnya Menurut Psikologi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Advertorial, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, TuguJatim.id – Apa itu baby blues, dan sebahaya apa bagi kesehatan seorang ibu? Mari simak penjelasan Dosen Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Dewi Fatmasari Edy, M.A., berikut ini!

Menikah memang tampaknya menyenangkan, sebab siapa yang tidak ingin segera menemukan tambatan hatinya secara sah. Namun, siapa sangka tidak segala hal yang berkaitan dengan menikah dapat dikatakan selalu bahagia dan menyenangkan.

You might also like

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM
DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

02/06/2026 7:00 PM

Karena seorang pasangan harus mempersiapkan kehidupan setelah menikah, apalagi suatu saat ketika memiliki seorang anak. Salah satu resiko yang harus dipersiapkan dengan matang sebelum berencana memiliki anak adalah kemungkinan baby blues. Apa itu baby blues?

Dosen Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Dewi Fatmasari Edy, M.A. mengatakan bahwa baby blues itu merupakan syndrom yang dialami seorang ibu pasca melahirkan.

“Jadi baby blues itu bukan gangguan psikologi, namun sebuah syndrom. Syndrom yang dimaksud ialah kondisi seorang ibu yang mengalami depresi ringan pasca melahirkan,” ucap Dewi Fatmasari Edy.

Dewi Fatmasari Edy
Dosen psikologi Universitas Negeri Malang, Dewi Fatmasari Edy , M.A. (Dok. UM)

Namun, walaupun dikatakan depresi ringan. Namun baby blues memiliki dampak yang besar jika tidak segera diatasi.

“Baby blues itu sebuah syndrom yang mengkhusus, kayaknya sepele karena ringan. Tapi bisa berdampak buruk kalau dibiarkan, bisa berdampak ke diri dan lingkungannya, khususnya dampak ke bayinya,” jelasnya

Lalu apa saja penyebab baby blues?

 

Penyebab Baby Blues

1. Perubahan Hormon Biologis

Pertama, penyebab seorang ibu terkena baby blues ialah perubahan hormon biologis. Dikatakan perubahan hormon biologis sebab pasca melahirkan peran yang diemban pun cukup berpengaruh.

“Karena memicu perubahan suasana hati bagi ibu, akibat perannya yang berubah. Ada perubahan hormon yang terjadi pasca melahirkan” tuturnya.

Hal ini memicu terjadinya perubahan suasana hati. Ketidak siapan dalam mengemban peran ganda sebagai istri dan ibu menjadi hal yang berpengaruh pada munculnya resiko terkena baby blues.

2. Kesulitan Beradaptasi

Secara psikologis, salah satu penyebab baby blues adalah kesulitan beradaptasi. Apalagi bagi seorang ibu yang baru pertama kali melahirkan dan punya anak. Perasaan tidak siap dengan perubahan menjadi pemicu baby blues.

“Sebelum punya anak pola hidup lebih teratur, menyesuaikan diri dan suami yang mungkin cenderung bisa dikomunikasikan. Setelah ada anak, siklus itu berubah dan memerlukan adaptasi tergantung pada kondisi anak, ibu perlu menyesuaikan dengan siklus tidur anak misalnya, pola makan, waktu dan sebagainya” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa kondisi kehidupan sebelumnya berpengaruh pada kesulitan beradaptasi. Dari yang sebelumnya bisa bebas, sekarang sudah jadi ibu dan tanggung jawab besar, selain itu resiko kurang tidur mengurus anak, harus menyesuaikan waktu yang sudah tidak bisa semaunya karena ada yang diurus.

3. Riwayat Kerentanan Gangguan Mental

Riwayat seorang ibu yang dahulunya pernah memiliki gangguan mental bisa berpengaruh pada baby blues.

Sebab, kerentanan gangguan mental ini bisa memicu terpancing kambuh kembali setelah memiliki anak jika ibu kurang memiliki kesiapan.

“Jadi saat punya anak, siklus berubah, hormon berubah, kurang istirahat itu bisa mentriggger gangguan yang pernah dialami itu jika ibu belum memiliki strategi penanganan yang baik,” imbuhnya.

Sehingga, antar penyebab satu dengan lainnya sangat berkesinambungan. Jadi, tidak bisa dipisahkan antar penyebab satu dengan lainnya. Bahkan, dampak yang ditimbulkan dari penyebab baby blues sangat besar.

 

Dampak Baby Blues

Dampak yang ditimbulkan bila sudah terkena baby blues sangat besar, diantaranya

1. Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan ini, bisa dikaitkan dengan dampak yang melibatkan bayi yang baru dilahirkan. Sebab, bayi yang baru dilahirkan itu masih butuh attach atau kelekatan dari ibunya. Sedangkan, jika seorang ibu terkena baby blues maka tidak akan maksimal dalam mengurusnya dan memberikan kelekatan antar ibu-anak.

2. Dampak Diri Sendiri

Mood berantakan akan berpengaruh pada produktivitas seorang ibu, bisa menjadi mudah menangis, mudah lelah, atau bahkan nafsu makan menurun yang berpengaruh pada kondisi fisik juga.

 

Cara Mencegah Baby Blues

Cara mencegah ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya baby blues bagi seorang ibu, walaupun tidak dapat dipastikan namun setidaknya sudah ada langkah awal antisipasi sebelum terjadinya baby blues.

Menurut Dewi, cara yang paling utama untuk mencegah terjadinya baby blues ialah kesiapan. Kesiapan di sini berkaitan dengan pemahaman tentang resiko dan perubahan

“Cara mencegahnya, dari kesiapan benar-besar siap, selain ktu pahami resikonya, apa yang terjadi setelah memiliki anak, serta perubahan apa yang terjadi juga harus ada kesiapan,”ucapnya.

Jadi, bercerita dan komunikasi dengan pasangan terkait kesiapan dan resiko baby blues juga penting. Tentang apa itu baby blues, dampak, penyebab, dan kesiapan apa yang perlu dilakukan. Sehingga, sebelum benar siap memiliki anak bisa mulai memetakan pembagian tugas, mengatur siklus tidur dan pola hidup.

Selain itu, olahraga dan me time perlu dilakukan. Olahraga ringan di rumah seperti yoga bisa membuat mood membaik dan meminimalisir depresi ringan.

 

Cara Mengatasi Baby Blues

Cara pertama yaitu konsultasi dengan dokter atau tenaga profesional. Sebab, baby blues jika tidak segera diatasi akan bekepanjangan dan dampaknya semakin luas.

Selain itu, bisa melakukan self-help (pertolongan pada diri sendiri) misalkan dengan bercerita ke orang yang bisa dipercaya. Seperti halnya, ketika mempunyai masalah lalu bercerita ke orang lain maka masalah yang dialami akan sedikit teringankan. Selain itu, melakukan aktivitas positif yang memicu hormon bahagia, misalnya olahraga, aktivitas yang digemari, dan sebagainya.

Begitupun dengan baby blues, syndrom ini juga bisa diceritakan ke orang terpercaya, dengan tanda kutip orang yang memungkinkan tidak semakin menambah beban pikiran, misalkan saja pasangan. Sembari bercerita ke orang terpercaya juga sambil melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan mood baik itu kembali lagi. Misalkan olahraga ringan, menonton film, atau melakukan hobi lainya

Jadi, sudah siapkah kamu untuk menjadi calon ibu?

 

Reporter : Sinta Ayudiya

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Psikologi UMPsikologi Universitas Negeri MalangUMUniversitas Negeri Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

by Dwi Linda
02/06/2026 7:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bereaksi keras terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan...

Pegadaian Surabaya.

Rencanakan Keuangan Keluarga, Pegadaian Surabaya Edukasi 100 Anggota Muslimat NU Tuban lewat Investasi Emas

by Dwi Linda
02/06/2026 3:41 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Komitmen tinggi PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya terus diperkuat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui...

Pegadaian Tuban

Pegadaian Tuban Jadi Sandaran UMKM Kecil Lewat KUR Bunga Ringan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 11:58 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Pegadaian Tuban kini tidak hanya identik dengan layanan gadai cepat. Di tengah pertumbuhan usaha mikro yang terus...

Next Post
Innova Terbakar

Innova Venturer di Mojokerto Tiba-Tiba Terbakar, Penumpangnya Istri Pengemudi dan Bayi 3 Bulan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID