• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi sampah plastik. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Ilustrasi sampah plastik. (Foto: Pixabay)

Alami Kontaminasi, Manajer Hukum Ecoton: Di Indonesia, Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dalam rentang waktu Maret-Juni 2021, organisasi bernama Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) masih menemukan aktivitas pembakaran sampah plastik di 5 wilayah, yakni Kabupaten Sidoarjo, Desa Bangun Mojokerto, Pagak Kabupaten Malang, Karawan dan Kragilan Serang Banten. Manajer Hukum Ecoton Aziz menegaskan, umumnya sampah plastik “lowgrade” dipakai untuk bahan bakar.

“Di Malang, masih ditemukan penggunaan sampah plastik dari PT Ekamas Fortuna untuk bahan bakar batu gamping. Di Desa Bangun, sampah plastik dari PT Pakerin masih dibakar setiap hari meski diketahui mengakibatkan kontaminasi dioksin pada telur ayam di Desa Bangun. Aktivitas pembakaran itu masih berlanjut hingga hari ini,” terangnya Sabtu (26/06/2021).

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Selain itu, Azis juga menjelaskan, meski ada penurunan aktivitas pembakaran pada 2020, tapi awal 2021 pembakaran sampah plastik berjalan kembali.

“Bahkan, kami juga menemukan, hektaran timbunan sampah plastik impor di kawasan pabrik PT Indah Kiat Serang Banten yang mencapai belasan hektare, rentan mengganggu kesehatan warga di daerah Kragilan,” terangnya.

Di sisi lain, studi yang dilakukan International Pollutants Elimination Network (IPEN) menemukan bahan kimia beracun dalam ekspor limbah plastik dari negara-negara maju berpotensi mencemari makanan di negara berkembang.

Hampir semua plastik mengandung adiktif kimia berbahaya. Sebagian besar sampah plastik yang diekspor dari negara-negara maju ke negara-negara dengan ekonomi berkembang atau ekonomi dalam transisi ditimbun, dibakar, atau dibuang ke saluran air. Semua metode pembuangan ini menghasilkan emisi yang sangat beracun di lingkungan selama beberapa dekade dan menumpuk di rantai makanan.

“Laporan ini menegaskan bahwa kerugian yang disebabkan oleh ekspor limbah plastik tidak terbatas pada sampah dan polusi yang terlihat, tapi berisiko membahayakan kesehatan manusia yang disebabkan oleh kontaminasi rantai makanan di negara-negara pengimpor,” jelas Penasihat Kebijakan POPs IPEN Lee Bell.

“Aditif kimia beracun dan zat paling berbahaya di dunia benar-benar mengalir ke rantai makanan di negara-negara yang tidak mampu mencegahnya,” ujarnya.

Tags: Berita sampah plastikEcotonKota Surabayasampah plastik
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Taufik Faturohman ST MBA PhD, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memberikan materi kepada peserta Ruang Bincang Inspirasi pada Sabtu (26/06/2021). Founder Pondok Inspirasi Rico Juni Artanto pun ikut RBI ini. (Foto: Rosita Wulandari/Tugu Jatim)

Usung Tema "Pemelajar vs Tantangan", Pondok Inspirasi Belajar Membuka Wawasan melalui Dosen ITB

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID