• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anak-anak berkebutuhan khusus harus beradaptasi keras dalam belajar dimasa pandemi/tugu jatim

Anak-anak berkebutuhan khusus harus beradaptasi keras dalam belajar dimasa pandemi. (Foto: SC Youtube @GTK Dikdas Kemdikbud RI)

Alami Slow Learner, Pendidikan Inklusi Diminta Sesuaikan Kebutuhan di Lapangan

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Sekolah inklusi merupakan tempat untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak normal dalam satu tempat. Berbeda dengan SLB (Sekolah Luar Biasa) yang memang dirancang khusus untuk anak-anak spesial.

Layaknya sekolah reguler, tempat belajar ini juga menyediakan layanan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19. Guru-guru tidak hanya memberikan tugas pada anak didiknya, mereka juga memberi ‘pelajaran bermakna’ di jam pelajaran yang telah ditentukan.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Anak-anak ‘spesial’ tersebut membutuhkan pendidikan yang spesial juga sesuai dengan kebutuhan yang disandang. Di Banyuwangi, 60 dari 100 persen siswa berkebutuhan khusus menderita slow learner. Yaitu proses belajar yang lambat karena pandemi. Ini adalah tantangan terbesar para pendidiknya.

Problem yang dialami saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) oleh siswa spesial hampir sama dengan anak-anak di sekolah lainnya seperti jaringan internet, media komunikasi, dan penyampaian materi.

Setiap mereka membutuhkan pengawasan ketat dari orangtua demi menjaga kelancaran proses belajar dan komunikasi. Perbedaan kemampuan dalam menyampaikan materi oleh pendamping akan sangat mempengaruhi pemahaman anak didik.

Beruntung, Kemenndikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) mengeluarkan SE (Surat Edaran) pandemi Covid-19 tahun 2020. Didalamnya dinyatakan bahwa seluruh capaian kurikulum tidak perlu dituntas habiskan.

Pengajar perlu memfokuskan pengajaran dalam menumbuhkan life skill (kecakapan hidup). RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) juga telah direvisi menyesuaikan dengan lingkungan, hambatan, serta media yang kontekstual.

“Tentu pembelajaran berkualitas ini tidak hanya sekedar pembelajaran, yaitu ‘pembelajaran bermakna’, yang bermaksud adalah mendapatkan kompetensi baru berupa, informasi, wawasan, pengetahuan, keterampilan,” papar Lilik Subekti dalam seri webinar guru belajar bersama Kemdikbudristek sebagaimana dilansir dari YouTube GTK Dikdas Kemdikbud RI (28/08/2020).

Anak-anak juga dimintai hasil belajarnya untuk dilaporkan kepada pengajar. Agar guru tetap bisa mengontrol dari jarak jauh.

Para guru pendamping khusus selalu mengawasi perkembangan anak-anak dan mendukung terus hal baru yang mereka sukai. “Kami terus berkomunikasi supaya anak-anak mendapatkan pelayanan yang maksimal,” jelas Lilik dalam presentasinya tersebut.

Tags: pendidikanPendidikan Anak SpesialPendidikan InklusiPendidikan Jarak JauhSLB
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Menguak asal usul nama Indonesia/tugu jatim

Asal Usul Nama Indonesia, Orang Ini Penemunya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID