Anak Disabilitas Pamerkan Karya di Gedung DPRD Kota Malang

Anak Disabilitas Pamerkan Karya di Gedung DPRD Kota Malang

  • Bagikan
Ramadhani dan Diah Aulia menunjukkan kreasinya dalam pameran di Gedung DPRD Kota Malang. /tugu jatim
Ramadhani dan Diah Aulia menunjukkan kreasinya dalam pameran di Gedung DPRD Kota Malang. (Foto: M Sholeh)

MALANG, Tugujatim.idPameran kreativitas anak berkebutuhan khusus atau disabilitas dilakukan di gedung DPRD Kota Malang, Minggu (21/11/2021). Dalam pameran bertajuk Kreasi Anak Negeri tersebut aneka macam karya dipamerkan di antaranya, produk makanan, batik hingga kaligrafi.

Puji Astutik, Kepala Sekolah SLB Putra Jaya, selaku pendamping para anak spesial tersebut mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mewadahi dan memfasilitasi karya anak-anak berkebutuhan khusus Kota Malang.

Salah satu anak didiknya bernama Ramadhani, ditunjukkan Puji, memiliki kemampuan membuat kaligrafi dengan menggunakan daun cemara. Dia merangkai daun cemara dalam sebuah bingkai lalu diwarnai hingga berlafaz suci yang indah dan unik.

“Awalnya ya susah sekali mengajarinya, gak bisa dibayangkan. Ini saja mengajari membuat lafadz Allah beberapa tahun baru bisa fasih merangkainya,” ucap Puji, Minggu (21/11/2021).

Dalam pameran tersebut, dia mengaku kaligrafi anak didiknya telah terjual sebanyak dua buah. Namun dia menekankan bahwa uang bukan tujuan utamanya, tapi bagaimana anak didiknya bisa mengembangkan potensi demi masa depannya.

“Kami sebagai guru selalu mencari kelebihan anak-anak. Dari sini lah kami bisa memberikan sesuatu kepada anak-anak. Sehingga nanti setelah lulus mereka bisa mengembangkan bakatnya dan mandiri,” jelasnya.

Selain Ramadhani, dia juga mendampingi anak didiknya yang lain yakni Diah Aulia yang fasih dalam melukis batik. Dalam kesempatannya, Aulia menunjukkan batik tulis bermotif topeng malangan.

Tinta batik dengan berbagai warna dia goreskan dalam secarik kain polos hingga menjadi karya batik yang indah.

Puji mengatakan bahwa pihaknya kesulitan memasarkan produk anak didiknya ketika tidak ada event pameran. Karena itu, karya anak didiknya hanya terjual dalam event-event pameran saja.

“Kalau untuk pemasaran memang agak susah. Jadi hasil anak-anak ini terjual jika ada pameran seperti ini saja. Tapi tetep kami pajang di sekolah, kalau ada pameran baru dikeluarkan,” tandasnya.

  • Bagikan