• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sosok Anas Kholis, Tunanetra Peraih Gelar Doktor Pertama di UIN Malang

Sosok Anas Kholis, tunanetra peraih gelar doktor pertama di UIN Malang. (Foto: FEN)

Mengenal Sosok Anas Kholis, Tunanetra Pertama yang Raih Gelar Doktor dari UIN Malang

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sosok pria bernama Moh Anas Kholis memang layak menjadi suri teladan dan insipirasi. Sebab, meski mengalami kebutaan atau tunanetra, pria asal Lamongan ini mampu meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang. Bahkan, ia lulus dengan predikat cumlaude.

Ya, Anas Kholis berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang dengan judul disertasi Model Pendidikan Fiqih Berwawasan Toleransi dalam Menyikapi Keragaman Mazhab (Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo). Dia juga menjadi doktor pertama UIN Malang yang menyandang disabilitas.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Baca Juga: Mau Gaji Aman Hingga Akhir Bulan? Ikuti Langkah-Langkah Berikut ini!

Jatuh bangun Anas untuk bisa mencapai kesuksesan ini tidaklah mudah. Beruntung, Anas mendapatkan banyak dukungan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya. Termasuk sang istri, Siti Rohmah, yang setia membacakan buku untuknya.

“Istri saya kerap kali menawarkan berbagai pilihan judul buku untuk dibacakan. Dulu sebelum mata saya tertutup hobi membaca saya bisa saya lakukan secara mandiri, akan tetapi setelah penglihatan saya tertutup harus ditemani sama istri,” ucapnya.

Selain sang istri, orang-orang terdekatnya pun ikut berperan. Baik keluarga, maupun kawan-kawan yang tergabung di Pojok Peradaban Institut yang ia bina. Seperti mengantarkan ke kampus, menyusun disertasi, sampai turut membacakan buku di sela-sela aktivitas sehari-harinya.

Anas Kholis juga harus pandai memanfaatkan teknologi untuk membantu proses penulisan disertasinya. Di antaranya Google Document yang bisa secara otomatis mengetik saat dia berbicara. Ataupun eReader Prestigio, sebuah aplikasi yang bisa membacakan literasi untuknya.

Anas bahkan mendapatkan beasiswa kultural dari sebuah lembaga NGO, Hilmi Foundation yang memang memberikan beasiswa kepada para kaum difabel berprestasi.

Baca Juga: Mau Belanja Aman di Online Shop? Tips-tips Ini Wajib Anda Ketahui!

Sebelumnya, Anas mengungkapkan proses penyusunan disertasinya sejak 2015 itu dilakukan dalam keadaan 50 persen mata terbuka dan 50 persen mata tertutup atau tunanetra.

“Tahun 2018 itu di saat mata saya harus tertutup, saya sempat down. Sempat memilih untuk berhenti karena pada waktu itu fokus untuk pengobatan mata saya, tapi saya berusaha bangkit lagi karena dukungan dari orang-orang disekitar saya,” jelas pria yang kini sudah meraih gelar doktor-nya itu.

Meski demikian, Anas mengaku, kondisinya yang sekarang bukan sebuah kejutan baginya. Sebab, sejak duduk di bangku SMP, dia sudah divonis menderita Retinitis Pigmentosa atau gangguan saraf mata.

“Saya sempat bersedih. Saya berpikir bagaimana masa depan saya nanti. Ketika mata saya tertutup apakah masa depan saya akan tertutup?,” tanyanya.

Meski sempat terpukul, semangat pria kelahiran tahun 1985 ini tak pernah putus untuk menata masa depan. Anas terus berkarya. Hingga sebelum matanya tertutup, diapun sudah melahirkan 11 karya buku dan beberapa publikasi jurnal ilmiah baik dilevel nasional maupun internasional.

“Sebagai seorang yang akan divonis difabel tunanetra, maka saya berfikir bahwa saya harus meninggalkan sejarah sebelum mata saya tertutup. Sejarah apa? Tulisan tentunya, yang efek kebermanfaatannya bisa terus dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya sekaligus bisa terus dikenang dan dibaca kendati saya sudah meninggal. Itu artinya bahwa menulis merupakan sebuah karya untuk keabadian,” tutur Anas Kholis.

Kini, doktor bernama Anas Kholis menjadi dosen di Fakultas Syariah UIN Malang, dan turut mengajar Pendidikan Agama Islam di Universitas Brawijaya.

Dia berharap, karyanya menjadi motivasi bagi para difabel untuk tidak menyerah akan keterbatasan. Sebab dibalik keterbatasan itu, pasti ada potensi yang dapat digali.

Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini

“Apalagi hari ini, dunia dan nasional sudah memberikan space hak konstitusi yang sama bagi temen-temen difabel. Jika dulu di dunia pendidikan ada kaum difabel yang terisolir oleh tembok eksklusivitas SLB , saat ini kaum difabel sudah diberikan ruang secara inklusif di seluruh jenjang pendidikan termasuk jenjang pendidikan doktoral. Bahkan akreditasi suatu lembaga tidak akan mendapatkan akreditasi sempurna jika ia tidak menyediakan fasilitas difabel, sebagai pesan moral bagi para kaum difabel jangan pernah membatasi keterbatasan fisik anda dengan jiwa dan spirit yang terbatas. Teruslah tersenyum dan berlapang dada dengan segala kondisi keterbatasanmu, sebab bisa jadi keterbatasanmu adalah kelebihan yang diberikan Tuhan kepadamu,” tandas Anas Kholis. (fen/gg)

Tags: difabeldoktorkampusKota MalangLamonganmahasiswaMalangtunanetraUINUIN MalanguniversitasUniversitas Islam Negeri
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Next Post
Vin Diesel The Last Witch Hunter poster

Sinopsis Film The Last Witch Hunter, Kutukan Keabadian Vin Diesel

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID