TUBAN, Tugujatim.id – Sepanjang 2024, angka kecelakaan lalu lintas di Tuban tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Polres Tuban, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2024 mencapai 1.023 kasus, turun tipis dari 1.037 insiden pada 2023.
Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya hasil positif dari berbagai upaya pencegahan insiden di wilayah tersebut. Di sisi lain, kasus tabrak lari justru meningkat drastis. Pada 2023, hanya ada 57 kasus, tetapi jumlah tersebut melonjak menjadi 98 kasus pada 2024.
Peningkatan ini mendorong Polres Tuban untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk memperkuat pengawasan di jalan raya dengan menambah jumlah CCTV di titik-titik rawan.
Kapolres Tuban AKBP Oskar Syamsuddin mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk merealisasikan penambahan CCTV.
“Sebenarnya, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Tuban di pertengahan tahun. Namun, karena anggarannya sudah teralokasikan, maka kami meminta agar penambahan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan,” ujarnya saat konferensi pers akhir 2024.
Menurut dia, penambahan CCTV merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dalam kasus tabrak lari.
“Dengan adanya CCTV, kami bisa memantau arus lalu lintas lebih efektif dan mengidentifikasi kendaraan dengan cepat. Harapannya, penambahan ini bisa dilakukan bertahap, seperti dua puluh unit per tahun sehingga pengawasan lalu lintas menjadi lebih maksimal,” jelasnya.
Saat ini, Polres Tuban baru memiliki delapan CCTV yang terintegrasi dengan pos pelayanan lalu lintas, jumlah yang dinilai masih jauh dari cukup.
“Kendala utama dalam kasus tabrak lari adalah minimnya alat pengawasan. Jika jumlah CCTV bertambah, selain membantu penindakan pelanggaran lalu lintas, juga bisa mengantisipasi tindak kriminal lainnya di jalan raya,” katanya.
Selain itu, penempatan CCTV baru akan difokuskan di titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas, area padat kendaraan, serta kawasan yang sering terjadi insiden.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan lokasi-lokasi strategis. Dengan langkah ini, kami berharap dapat menekan angka tabrak lari dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk menekan jumlah kecelakaan dan tabrak lari.
“Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Tidak hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga menghargai keselamatan orang lain,” ungkapnya.
Meski angka kecelakaan menurun, dia mengatakan, lonjakan kasus tabrak lari menunjukkan bahwa upaya menjaga keselamatan jalan masih membutuhkan perhatian besar. Dengan sinergi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, kondisi lalu lintas yang lebih aman diharapkan dapat tercipta dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








