TUBAN, Tugujatim.id – Sembilan sekolah dasar di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban sempat meliburkan kegiatan belajar-mengajar sejak Senin (19/5/2025) akibat banjir Bengawan Solo. Meski air telah surut, proses pembelajaran baru akan dimulai kembali pada Jumat (23/5/2025), setelah semua fasilitas dibersihkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat menyampaikan, banjir yang merendam lingkungan sekolah membuat kegiatan belajar di ruang kelas tidak memungkinkan untuk dilakukan. Keputusan meliburkan siswa diambil demi keselamatan dan kenyamanan selama banjir berlangsung.
“Kondisinya memang cukup parah di awal pekan. Beberapa sekolah tergenang air sehingga kami memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka,” jelas Rakhmat, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, proses pembersihan sedang dilakukan oleh pihak sekolah dibantu warga sekitar. Ia memastikan bahwa semua sekolah yang terdampak sudah bisa melanjutkan proses belajar esok hari.
“Sekarang air sudah surut. Kita fokus bersih-bersih. Besok anak-anak sudah bisa masuk seperti biasa,” tambahnya.
Rakhmat menyebutkan, ada sembilan sekolah dasar negeri di wilayah Rengel yang terdampak banjir. Di antaranya berada di Desa Ngadirejo, Kanorejo, Karangtinoto, Tambakrejo, dan Bulurejo.
Masing-masing desa memiliki dua sekolah yang terkena dampak, kecuali Bulurejo yang hanya satu sekolah. Semua sekolah tersebut sempat terendam air kiriman dari hulu Bengawan Solo.
BACA JUGA: Pemkab Tuban Siapkan Anggaran Khusus Tangani Banjir Luapan Bengawan Solo
Menurut Rakhmat, banjir yang melanda kali ini bukan akibat hujan lokal di Tuban, melainkan air kiriman dari wilayah atas. Hal ini menyebabkan debit air Sungai Bengawan Solo meningkat dan meluber ke pemukiman warga termasuk fasilitas pendidikan.
Selama empat hari terakhir, kegiatan belajar di sembilan sekolah tersebut dihentikan. Para guru hanya melakukan pemantauan dan membersihkan area sekolah agar siap digunakan kembali.
Ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung lainnya menjadi fokus pembersihan karena dipenuhi lumpur sisa banjir.
BACA JUGA: Pelajar Tewas Usai Terserempet Feeder Simas Ganteng di Tuban
Rakhmat menegaskan, jadwal belajar akan kembali normal mulai Jumat besok. Pihak sekolah juga diminta menyesuaikan kurikulum agar tidak mengganggu penyelesaian target pembelajaran semester ini.
“Kami sudah koordinasikan ke semua kepala sekolah agar kegiatan belajar bisa kembali berjalan dan ada penyesuaian bila diperlukan,” terangnya.
Dengan air yang kini telah benar-benar surut dan lingkungan sekolah kembali bersih, suasana belajar di Rengel diharapkan kembali normal seperti sediakala. Para siswa yang sempat libur pun diperkirakan akan kembali mengikuti kegiatan belajar tatap muka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








