Banjir Rendam 13 Desa di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Minta Warga Saling Bantu

Banjir Rendam 13 Desa di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Minta Warga Saling Bantu

  • Bagikan
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Mujib, saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Mujib, saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan. (Foto: Dokumen/Pemkab Pasuruan)

PASURUAN, Tugujatim.id – Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan menyebabkan ribuan rumah warga terdampak. Sedikitnya 13 desa terendam banjir dengan ketinggian bervariasi mulai dari yang terdalam 1,5 meter di desa Kebrukan, Grati dan Toyaning, Rejoso, hingga 30 sentimeter di wilayah Kedawung Kulon dan Wetan.

Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib, mengimbau para warga dan perusahaan di wilayah Kabupaten Pasuruan agar bahu membahu saling membantu memberikan bantuan.

“Semoga banyak perusahaan yang mau membantu warga terdampak banjir. Karena ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama,” ujar Gus Mujib saat meninjau banjir di Rejoso, Senin (18/1/2022).

Gus Mujib menambahkan jika pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Hari ini sudah sebanyak 1.600 nasi bungkus dibagikan kepada warga Kecamatan Grati dan Rejoso. Dia menyatakan jika bantuan akan diupayakan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk sementara kebutuhan warga adalah nasi bungkus. Kita juga membangun dapur umum di Rejoso. Khusus di Dusun Kebrukan, karena warganya juga tidak sedikit, bantuan yang kita bagikan lebih banyak,” imbuhnya.

Pihak pemerintah juga berupaya menyediakan bantuan berupa obat-obatan untuk warga. Melalui petugas Puskesmas Rejoso dan Puskesmas Kedawung pemerintah menyuplai obat medis berupa obat diare, obat gatal dan sejenisnya.

“Dua hari, kami bersama Balai Besar Sungai Brantas juga melakukan pengerukan sampah dan normalisasi di sungai lekok,” pungkasnya.

  • Bagikan