TUBAN, Tugujatim.id – Pimpinan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Pusat kompak menyampaikan sikap bersama terkait dinamika internal NU beberapa waktu terakhir.
Pernyataan ini hadir sebagai ajakan menenangkan suasana, memperkuat ukhuwah, dan mengembalikan konsentrasi organisasi pada khidmah untuk umat.
Dalam kutipan pernyataan resmi para Banom NU, menyebutkan telah melakukan identifikasi mendalam atas kondisi yang berkembang.
“Setelah mencermati secara seksama dinamika internal di lingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama beberapa waktu belakangan ini, kami segenap pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat pusat memberikan pandangan,” bunyi kutipan tersebut.
Pernyataan itu kemudian dirangkum dalam tujuh poin sikap. Poin pertama menegaskan kembali komitmen para Banom untuk menjaga persatuan jam’iyyah dengan nilai dasar NU, seperti tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Prinsip ini disebut sebagai fondasi kokohnya rumah besar NU yang harus terus dijaga bersama.
Pada poin kedua, Banom NU mengajak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta seluruh pemangku kepentingan untuk segera duduk bersama. Mereka meminta digelarnya musyawarah yang jernih dan terbuka, demi melahirkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah.
Poin ketiga menekankan pentingnya silaturahmi dan tabayyun. Para Banom mengapresiasi langkah para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai yang telah maupun sedang berupaya mempertemukan berbagai pihak. Langkah ini dinilai sebagai ikhtiar mulia menjaga ukhuwah nahdliyah.
Selanjutnya, Banom NU menegaskan komitmen menjaga marwah organisasi. Mereka menolak segala bentuk ucapan atau tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, baik di internal maupun ruang publik. Adab dan akhlak disebut sebagai landasan setiap gerak organisasi.
Pada poin kelima, Banom berharap PBNU dapat terus menjadi teladan dalam menjaga harmoni organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat. Harapan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong pendinginan suasana di tengah dinamika yang berkembang.
Sementara itu, pada poin keenam, seluruh Banom diinstruksikan tetap fokus menjalankan program kerja masing-masing. Penguatan koordinasi dan khidmah kepada masyarakat menjadi tugas utama yang perlu dijaga agar roda organisasi tetap berjalan.
Terakhir, Banom NU mengajak para pimpinan pondok pesantren, mursyid, serta seluruh unsur NU untuk memperbanyak dzikir, doa, istighotsah, dan munajat. “Agar diberikan taufik dan hidayah… sehingga segala persoalan dapat segera terselesaikan dengan cara yang bermartabat,” tulis pernyataan itu.
Sikap bersama ini ditandatangani oleh pimpinan Ansor, PMII, IPNU, Pagar Nusa, Sarbumisi, Mudir Ali Idaroh Aliyah JATMAN, dan ISNU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








