• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi interaksi guru dan murid saat belajar online/tugu jatim

Ilustrasi interaksi guru dan murid saat belajar online. (Foto: Pexels)

Belajar Daring, Guru Rasakan Learning Loss

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Auliya Rahma Maziidah*

Tugujatim.id– Kondisi pandemi sejak 2020 lalu, membuat segala aspek kegiatan harus mengubah sistemnya. Transisi perubahan sistem belajar-mengajar dari tatap muka ke pertemuan depan layar membuat adanya sesuatu yang hilang pada suatu aspek pembelajaran.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Dalam sebuah wawancara, Dr. Sugeng Susilo Adi, M.Hum. selaku dosen Universitas Brawijaya (UB) mengatakan bahwa pada awal mula pembelajaran online tentu kaget karena harus menyesuaikan dengan suasana yang berbeda. Dari tatap muka di kelas hingga bertatap muka secara maya. Dari situ saya merasa ada ‘Learning Lost’. Contohnya, diskusi di kelas yang menumbuhkan atmosfir pada kita sekarang.

Perasaan ini juga dirasakan oleh Sugeng saat  pembelajaran berlangsung dan beliau sedang menjelaskan materi. Beberapa mahasiswa keluar dan masuk ruang kelas akibat sinyal yang tidak stabil. Akibatnya ada materi yang tidak tersampaikan secara sempurna. Di sinilah seorang pengajar tidak dapat mengontrol pembelajaran selama kelas berlangsung. Karena, koneksi yang stabil maupun tidak berada di luar kendali pengajar.

“Ada juga yang menghilang tiba-tiba karena lelah, jenuh, dan lain sebagainya. Itu juga di luar kontrol saya. Kalau didalam kelas, kita bisa datangi mereka dan meminta untuk mengulang penjelasan atau membaca materi. Tapi di sini saya selalu batasi penjelasan materi untuk meminimalisir hal di atas terjadi. Lebih baik diajak berdiskusi dengan mengirimkan komentar mengenai materi yang saya kirimkan,” tutur  Sugeng.

Untungnya, para dosen di Universitas Brawijaya tidak terlalu kaku dalam menghadapi hal ini, karena pembelajaran tatap muka secara online telah menjadi poin pada pembelajaran konvensional. Sehingga tidak perlu memakan banyak waktu untuk bersandingan dengan sistem yang baru.

Penilaian antara mahasiswa yang aktif dan pasif dilihat dari seberapa antusias mereka menyalakan kamera saat kelas berlangsung. Asessment ini sempat menjadi perbedaan tolak ukur antar dosen. Karena, tidak bisa dipungkiri dosen yang mengajar juga dapat kehilangan sinyal saat menjelaskan materi dengan menyalakan kamera. Hingga memutuskan untuk memaklumi keadaan, dan mengubah tolak ukur aktif adalah respon saat kegiatan dikelas berjalan.

Semakin lama, proses pembelajaran ini terus mengalami perbaikan. Dan, setiap pengajar terus berusaha meningkatkan kualitas mengajarnya meski dalam kondisi yang tidak konvensional.

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Tags: Belajar DaringLearning LostpandemiPembelajaran onlineUB
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Suasana tempat wisata Pantai Kelapa di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang masih tampak sepi pengunjung meski izin operasi sudah dikeluarkan. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim) disparbudpora tuban

Naik Status ke PPKM Level 3, Tuban Kembali Tutup Tempat Wisata

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID