• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Augmented Reality History Education Card Game (ARCADIA), game untuk belajar sejarah buatan mahasiswa ITS. (Foto: Dokumen ITS)

Augmented Reality History Education Card Game (ARCADIA), game untuk belajar sejarah buatan mahasiswa ITS. (Foto: Dokumen ITS)

Belajar Sejarah Cara Asyik Lewat Game ARCADIA Buatan Mahasiswa ITS

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pelajaran sejarah mungkin terbilang tidak menarik bagi sebagian siswa SMP atau SMA. Namun, melalui game atau permainan bernama Augmented Reality History Education Card Game (ARCADIA), belajar sejarah dipastikan bakal asyik dan seru.

Ya, game ARCADIA merupakan game buatan 6 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Antara lain adalah Hammam Dhiyaurrahman, Muhammad Wahyudin, Daffa Rizdhiya Sadek, Hanif Srisubaga Alim, Nathaniel Bisma Adyatma, dan Annisa Ramadhani.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM

Permainan ini sendiri diperuntukkan bagi siswa jenjang SMP dan SMA sederajat.

Kru mahasiswa/i ITS Surabaya yang membuat game ARCADIA, game untuk belajar sejarah. (Foto: Dokumen ITS)
Kru mahasiswa/i ITS Surabaya yang membuat game ARCADIA, game untuk belajar sejarah. (Foto: Dokumen ITS)

Game ARCADIA Merupakan Permainan Berbasis Kartu

Hanif Srisubaga salah satu anggota tim mengatakan, ARCADIA merupakan permainan kartu di mana siswa diminta untuk menentukan tokoh sejarah yang terkait dengan peristiwa sejarah yang ditampilkan.

“Nantinya, siswa yang mendapat kartu paling banyak adalah pemenang dari permainan ini,” kata Hanif, seperti dilansir Basra, partner Tugu Jatim, Minggu (21/3/2021).

Hanif menuturkan, hadirnya teknologi AR membuat permainan ini mudah diakses oleh siswa, bahkan dengan ponsel sederhana sekalipun. Selain itu, permainan ini tidak membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar dan tidak memerlukan perangkat pendukung lain.

“Berdasarkan hasil pengujian, tingkat keberhasilan permainan ini dalam meningkatkan nasionalisme siswa mencapai 90 persen,” ungkap mahasiswa dari Departemen Teknik Sistem dan Industri, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ITS ini.

Ke depannya, Hanif dan tim akan mengembangkan ARCADIA lebih lanjut supaya dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat luas.

“Dengan adanya inovasi ini, semoga bisa semakin meningkatkan nasionalisme dan cinta tanah air siswa,” pungkasnya.

Diketahui, berkat inovasi tersebut, Hanif dan tim berhasil meraih medali emas pada kategori Social Science di ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Februari lalu.

Atas kreativitas dan inovasi yang dihadirkan dalam permainan ini, ARCADIA juga mendapat Special Award dari Malaysia Innovation, Invention, and Creativity Award (MIICA). (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya

Tags: Intitus Teknologi Sepuluh NopemberITSkampusKota SurabayamahasiswapendidikanSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Prof Abdul Haris (kanan), Rektor UIN Maliki Malang ketika ziarah ke makam tokoh pendidikan Prof Dr Moch Koesnoe di Makam Pahlawan Surabaya, Minggu (21/3/2021). (Foto: Dokumen Pribadi)

Dialog Imajiner dengan Tokoh Pendidikan Prof Dr Moch Koesnoe di Makam Pahlawan Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID