MALANG, Tugujatim.id – Perum Jasa Tirta I (PJT I) membebaskan biaya masuk atau lewat di kawasan Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, untuk warga sekitar. Keputusan ini menyusul respons adanya dinamika yang kembali muncul.
Karena itu, peningkatan keamanan di kawasan operasional Bendungan Lahor didampingi personel kepolisian. Tujuannya sebagai upaya menjaga keamanan objek vital nasional (obvitnas) dan memastikan operasional tetap berjalan dengan aman dan tertib, mengingat pentingnya fungsi bendungan bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Warga Buka Paksa Portal Restribusi Jalan Tembusan Malang-Blitar di Bendungan Lahor
PJT I juga menegaskan sebelumnya telah memberlakukan kebijakan membebaskan biaya masuk atau lewat bagi warga sekitar Bendungan Lahor. Kebijakannya mencakup wilayah Dusun Rekesan dan Desa Jambuwer di Kecamatan Kromengan dan Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, serta Desa Selorejo, Ngreco, Boro, dan Olak-Alen di Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Korporat PJT I Aris Widya mengatakan, kebijakan pembebasan biaya bagi warga sekitar, termasuk pelajar serta pelaku usaha kecil seperti UMKM dan pedagang sayur. Kebijakan ini bagian dari pengelolaan kawasan yang telah direncanakan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.
Komitmen PJT I Jaga Keamanan Aset Negara
PJT I berkomitmen menjaga keamanan aset negara dan memastikan operasional berjalan sesuai ketentuan. Pengelolaan Bendungan Lahor mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2010 serta Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 181 Tahun 1996 yang memberikan kewenangan kepada PJT I untuk mengelola dan memanfaatkan aset pemerintah guna mendukung pembiayaan operasional, pemeliharaan, dan pengamanan.
”Pengelolaan tersebut juga sejalan dengan ketentuan terkait objek vital nasional maupun penyerahoperasian Bendungan Lahor kepada PJT I,” ujar Aris.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PJT I Erwando Rachmadi menegaskan, pentingnya dukungan seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan fungsi bendungan karena menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang memiliki potensi risiko, baik yang berasal dari aspek teknis seperti keruntuhan bendungan maupun dari kondisi hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan.
Baca Juga: Ratusan Warga Terdampak Demo, Tuntut Gratiskan lewat Jalan Tembus Bendungan Lahor
”Karena itu, perlu dukungan dan peran serta semua pihak untuk menjaga ketertiban serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sehingga fungsi bendungan dapat terus berjalan optimal bagi kepentingan masyarakat luas,” ujar Erwando.
Selama 3 tahun terakhir, dia telah melakukan sejumlah pemeliharaan seperti pengaspalan jalan Bendungan Lahor secara berkala, pembuatan revetmen liftbank untuk perkuatan dan stabilisasi bendungan, memasang automatic water level recorder (awlr) untuk pencatatan tinggi muka air di bendungan hingga pembersihan rip rap rutin dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








