News  

Berhasil Kuasai Afghanistan, Begini Sejarah Taliban

Taliban berhasil kuasai Afghanistan setelah sejumlah pasukan Amerika Serikat ditarik mundur/tugu jatim
Taliban berhasil kuasai Afghanistan setelah sejumlah pasukan Amerika Serikat ditarik mundur. (Foto : Twitter @Dr Poonam Singh)

Tugujatim.idTaliban sebagai satuan kelompok milisi yang baru saja menguasai Afganistan sedang ramai diperbincangkan publik nasional dan internasional. Tak sedikit merasa khawatir akan terulangnya kekejaman rezim Taliban sebagaimana pernah terjadi pada era 1995-2001.

Tetapi juga ada yang merasa bahwa Taliban yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Di antara perdebatan itulah, sejarah Taliban banyak disingkap dan diceritakan ke publik. Salah satunya sebagaimana dirilis oleh Narasi Newsroom.

Diungkap dalam Youtube Narasi newsroom, lahirnya kelompok ini merupakan buah dari persaingan panglima lokal yang memberi warna politik Afghanistan setelah mundurnya Uni Soviet pada 1980. Sebagaimana diketahui sejak 1978, Uni Soviet menginvasi Afghanistan selama 10 tahun lamanya. Negara tersebut menapakkan kaki di negera timur tengah itu dengan tujuan menunjang politik di sana yang berhaluan komunis.

Dalam periode tersebut, perebutan kekuasaan di Afghanistan diwarnai hawa perang dingin. Sementara kelompok anti-Soviet mendapat dukungan dari Amerika dan Pakistan. Ternyata secara sembunyi-sembunyi, CIA (Central Intelligence Agency) atau Badan Intelijen Amerika, mengirimkan persenjataan dan menyuplai dana kepada para pejuag Afghanistan.

Muhammad Oemar, salah satu pejuang anti-Soviet yang merupakan lulusan pendidikan Islam Suni Ortodoks di Deoband, India. Dengan kawan-kawan madrasah satu madzhabnya, Oemar mendirikan kelompok pejuang Islam Pashtun pada 1994.

Kelompok itu dinamai ‘Taliban’ dalam bahasa Pashtun yang berarti ‘murid-murid’ di Pakistan utara pasca penarikan Soviet dari Afghanistan. Dilansir dari BBC, diyakini bahwa gerakan yang didominasi Pashtun pertama kali muncul di pesantren-pesantren keagamaan yang sebagian besar dibayar dengan uang dari Arab Saudi. Mereka mengajarkan Islam Sunni garis keras.

Secara ideologi, Taliban menganut paham Islami yang kaku dan ekstrem, sama dengan Pashtunwali yang berakar dari sistem kesukuan Pashtun. Tiga pilar utama yang dimiliki Pashtunwali yaitu, Badal atau pembalasan setimpal, Melamstia atau keramahtamahan, dan nanawatia atau tempat berlindung.

Setelah hengkangnya Soviet, perang sipil berlangsung. Kelompok Taliban pun berkuasa dan mendeklarasikan Keamiran Islam Afghanistan pada 1996. Sayangnya dibawah naungan Taliban, kondisi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Pada 1997, misalnya, Taliban melarang anak perempuan untuk bersekolah. Perempuan juga dilarang bekerja di ruang publik.

PBB melaporkan bahwa kelompok garis keras ini pernah melakukan pembunuhan massal, serta menolak bantuan kepada 160.000 warga yang kelaparan. Sejumlah analisis menyatakan bahwa kelompok ini bahkan bertentangan keras dengan ajaran Islam Deobandisme, para ulama di sanapun tidak menyetujuinya.

Populernya Taliban bukan karena namanya sebagai kelompok milisi. Tetapi akar kesukuannya yang kuat di kalangan Pashtun, yaitu etnis mayoritas di Afghanistan.  Kelompok ini dengan cepat menguasai Afghanistan, yang juga mengubah dinamika secara drastis dalam 20 tahun terakhir, seperti yang diungkapkan Presiden akademi di Qatar.

Sulitnya melepaskan lilitan Taliban di negara ini, karena lemahnya penegakan hukum di pemerintahan. Korupsi serta impunitas merupakan faktor yang menambahi mengapa banyak warga yang akhirnya berpaling ke pengadilan ala Taliban. Jamshid dalam BBC.com  mengatakan, bahwa Taliban itu cepat dan tegas. Seorang pencuri pasti dihukum mati setelah pengadilan singkat.

Posisi Taliban yang pernah terpojok karena digulingkan puluhan ribu pasukan AS dan NATO sejak 2001 hingga kini, membuat kelompok tersebut mengambil alih kekuasaan dengan gesit dan menjanjikan HAM. Pimpinan Taliban, Sirajuddin Haqqani mengemukakan bahwa saat terbebas dari campur tangan asing, semua warga akan mendapatkan hak asasi yang serupa.