Berhenti Beroperasi, Bus Damri Kota Batu Hanya Layani Orderan - Tugujatim.id

Berhenti Beroperasi, Bus Damri Kota Batu Hanya Layani Orderan

  • Bagikan
Armada bus Damri yang menunggu penumpang di Terminal Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Armada bus Damri yang menunggu penumpang di Terminal Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Bus Damri yang melayani rute Terminal Kota Batu menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berhenti beroperasi. Hal itu menyusul rendahnya antusias masyarakat dalam menggunakan bus tersebut di tengah pandemi. Bahkan, mereka hanya melayani pelanggan jika ada orderan.

GM Perum Damri Malang Zuryani menuturkan, layanan bus masih bisa diberikan jika ada permintaan atau pesanan dari masyarakat. Dia mengatakan, telah menyiapkan dua armada berkapasitas 37 penumpang untuk rute Terminal Batu ke TNBTS.

“Kalau memang ada, kami tetap layani. Kalau belum ada permintaan, kami berhenti dulu. Intinya, kami ingin promosikan daerah meski Kota Batu sudah terkenal dan ada konektivitas yang memudahkan akses dengan layanan Damri,” ujarnya  pada Selasa (13/04/2021).

Menurut dia, syarat ketat yang diterapkan dalam masa pandemi membuat antusias masyarakat menurun. Jadi, tak banyak yang memanfaatkan layanan bus Damri dalam berwisata.

Bus Damri berhenti beroperasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Bus Damri berhenti beroperasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Disebutkan, tarif trayek dari Terminal Kota Batu juga berubah menjadi Rp 50 ribu yang semula Rp 40 ribu sekali jalan. Perubahan itu dilakukan demi menunjang biaya operasional dan memenuhi fasilitas protokol kesehatan (prokes).

“Kalau kemarin, tarif regulernya Rp 40 ribu, tapi sekarang ini ada perubahan untuk kebutuhan prokes di dalam bus seperti perlengkapan disinfektan, akhirnya tarif menjadi Rp 50 ribu sekali jalan,” paparnya.

Layanan armada bus Damri itu telah diluncurkan sejak 17 Oktober 2020. Armada tersebut merupakan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) demi meningkatkan mobilitas pariwisata.

Sejak awal peluncurannya, kehadiran bus Damri juga diwarnai pro-kontra dari pelaku usaha layanan transportasi di Kota Batu. Sebagian besar pelaku usaha tersebut mengkhawatirkan jika akan kalah bersaing.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono mengaku, memaklumi kekhawatiran yang diungkapkan pegiat travel wisata tersebut. Pihaknya menjelaskan, Damri merupakan program turunan dari Pemerintah Pusat dan diprioritaskan terhadap masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah Pusat menerapkan program tersebut demi mempermudah mobilitas wisatawan menuju wisata dengan harga terjangkau. Dia menegaskan, bus Damri hanya mengangkut penumpang dari Terminal Kota Batu langsung menuju kawasan TNBTS tanpa menerima penumpang di tengah perjalanan.

“Begitu juga sebaliknya. Itu kesepakatan kami dengan Damri, jadi pelaku usaha travel Kota Batu tak perlu khawatir berlebihan,” ucapnya.

 

  • Bagikan