Besok, Peserta Tes SKD Bojonegoro Gratis Swab Test Antigen di Labkesda - Tugujatim.id

Besok, Peserta Tes SKD Bojonegoro Gratis Swab Test Antigen di Labkesda

  • Bagikan
Ilustrasi swab test antigen. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi swab test antigen. (Foto: Pixabay)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Peserta calon aparatur sipil negara (CASN) yang akan mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) pada Senin (13/09/2021) di wilayah Bojonegoro bisa melakukan swab test antigen secara gratis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) pada Minggu (12/09/2021).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi menggratiskan biaya swab test antigen bagi peserta CPNS dan PPPK yang akan mengikuti SKD di Bojonegoro. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi peserta agar bisa mendapatkan hasil swab test antigen secara gratis, termasuk hanya untuk warga asli Bojonegoro.

“Peserta harus dari warga Bojonegoro yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan membawa fotokopi atau print out kartu peserta tes SKD,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kabupaten Bojonegoro Whehhy Dyah Prajanti, Sabtu (11/09/2021).

Peserta bisa melakukan swab test antigen di Labkesda Bojonegoro pada pukul 08.00-11.00 WIB. Whenny mengatakan, tidak ada pembatasan peserta penerima swab test antigen secara gratis.

“Tidak ada batasan berapa orang yang boleh ikut tes, tapi kami membatasi dari jam operasional Labkesda, jadi hanya kami layani selama 3 jam,” lanjutnya.

Sebagai informasi, swab test antigen menjadi salah satu persyaratan bagi peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk mengikuti tes SKD. Maka, untuk memperlancar jalannya tes tersebut, Pemkab Bojonegoro menggratiskan swab test antigen bagi para peserta.

Selain itu, Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Joko Tri Cahyono mengatakan, peserta juga harus sudah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama.

“Peserta juga harus memastikan mendapatkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama, jika tidak bisa divaksin menghubungi puskesmas domisili,” terang Joko.

  • Bagikan