BKAD Kota Batu Tunggu Perhitungan Aset Pasar Besar dari KPKNL untuk Bongkar Bangunan - Tugujatim.id

BKAD Kota Batu Tunggu Perhitungan Aset Pasar Besar dari KPKNL untuk Bongkar Bangunan

  • Bagikan
Pasar Besar Kota Batu yang hendak direvitalisasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Pasar Besar Kota Batu yang hendak direvitalisasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu tengah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang untuk perhitungan aset Pasar Besar Kota Batu. Kini BKAD Kota Batu menunggu hasil perhitungan nilai aset Pasar Besar dari KPKNL Malang.

Perhitungan aset Pasar Besar dilakukan untuk proses lelang pembongkaran bangunan pasar yang hendak dilakukan revitalisasi. Rencana lelang pembongkaran bangunan itu menyeruak usai revisi detail engineering design (DED) selesai.

Kepala BKAD Kota Batu M. Chori menuturkan, pihaknya akan segera melakukan lelang pembongkaran bangunan usai perhitungan nilai aset bangunan pasar selesai.

Namun, menurut dia, lelang pembongkaran yang dapat dilakukan hanya sebatas pada material besi pada bangunan pasar saja.

Pasar ini bakal segera direvitalisasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Pasar ini bakal segera direvitalisasi. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Yang bisa dilelang memang kemungkinan hanya pada material besinya saja,” ujar Choiri, Senin (03/05/2021).

Disebutkan, saat ini proses perhitungan aset sedang berlangsung demi dapat menaksir nilai aset Pasar Besar Kota Batu sebagai rujukan penetapan harga lelang.

Sementara tim badan anggaran (banggar) sebelumnya telah menyepakati target harga awal senilai Rp 9,1 miliar. Namun, pihaknya akan memperhitungkan kembali bersama KPKNL agar bisa mendapatkan nilai yang presisi.

“Kalau Rp 9,1 miliar rasanya berat karena itu besi tua semua. Makanya harus dihitung dulu. Kalau sudah ditemukan harga lelangnya, maka baru ditawarkan,” tuturnya.

Sedangkan berdasarkan pembahasan terakhir usai revisi DED, anggaran revitalisasi Pasar Besar Kota Batu sebesar Rp 230 miliar. Nilai itu bertambah Rp 30 miliar usai revisi DED, di mana sebelumnya revitalisasi pasar dianggarkan Rp 200 miliar.

 

  • Bagikan