BMKG Malang Siapkan Simulasi Buatan Cegah Bencana Gempa dan Tsunami

  • Bagikan
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang saat menunjukkan alat WRS di Kantor BMKG Malang. (Istimewa)
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang saat menunjukkan alat WRS di Kantor BMKG Malang. (Istimewa)

MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur baru-baru ini mengumumkan 9 kota/kabupaten di Jawa Timur berpotensi mengalami tsunami. Satu di antaranya adalah termasuk di sepanjang garis pantai di Malang selatan.

Hal itu diumumkan ke publik tertanggal 25 Oktober 2020 lalu menyusul riset para ahli Institut Teknologi Bandung. Menanggapi hal itu, instansi terkait dalam hal ini BMKG Stasiun Geofisika Malang menyiapkan simulasi gempa buatan sebagai langkah mitigasi.

Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Malang, Musripan mengatakan simulasi gempa buatan akan digelar pada 6 Oktober 2010 mendatang. Persiapan sudah dilakukan sejak 24 Oktober lalu, hingga saat ini.

”Persiapannya sudah mencapai 90 persen hingga menuju pelaksanaan simulasi pada 6 Oktober 2020 mendatang,” ungkapnya dikonfirmasi awak media, Senin (5/10).

Simulasi ini nanti kata dia melibatkan banyak pihak mulai dari BMKG, BNPB, BPBD, para ahli ITB dan LIPI. Untuk simulasi sendiri akan dilakukan secara virtual memanfaatkan WRS (Warning Receiver System) New Generation.

“Jadi skenarip gempa. Jadi nanti seolah ada gempa yang akan di masukkan dalam peralatan WRS new generation. Dalam simulasi itu nanti juga ada tahapan-tahapan peringatan mulai PD (Peringatan Dini, red)1, PD2, PD3 dan PD4,” paparnya.

Hingga saat ini, kata dia seluruhnya telah disiapkan sebaik mungkin. Namun untuk uji coba keseluruhan dengan melibatkan banyak pihak itu akan diselesaikan dalam gladi bersih pada hari ini, Senin (5/10)

“Gladi bersih ini juga pengendalian langsng dari BMKG Jakarta. Jaringan sudah terinstall semua. Disini kita tinggal memonitor lewat PC dan laptop di kantor masing-masing,” pungkasnya. (azm/gg)

  • Bagikan