TUBAN, Tugujatim.id – Calon Jemaah Haji (CJH) diimbau segera memastikan kepemilikan jaminan kesehatan. Pasalnya, setiap jemaah wajib memiliki BPJS Kesehatan sebagai perlindungan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selama durasi perjalanan sekitar 40 hari, keberadaan jaminan kesehatan ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ibadah.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Moh Anshori menegaskan, kepemilikan BPJS Kesehatan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi bagian dari persiapan esensial bagi jemaah. Sejak tiba di asrama haji hingga kembali ke tanah air, setiap jemaah harus terdaftar dalam program ini.
“Ketika nanti pemberangkatan dimulai, jemaah harus sudah memiliki BPJS Kesehatan. Jadi, selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah, mereka bisa lebih tenang karena jika terjadi sesuatu, biaya perawatan akan ditanggung,” ujarnya, Minggu (16/02/2025).
BACA JUGA: Calon Jemaah Haji Tuban Antusias Meski Bipih Embarkasi Surabaya Rp60,9 Juta
Keberadaan jaminan kesehatan ini menjadi krusial mengingat tingginya biaya layanan medis, terutama di luar negeri. Dengan BPJS Kesehatan, CJH tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan yang membengkak jika mengalami gangguan kesehatan.
Apalagi, perubahan suhu ekstrem di Arab Saudi dapat berdampak pada daya tahan tubuh, terutama bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi daftar keberangkatan dari Tuban.
“Pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan. Jika tidak memiliki jaminan kesehatan, biaya yang dikeluarkan bisa sangat besar. Dengan BPJS, jemaah bisa lebih fokus pada ibadah tanpa harus memikirkan biaya pengobatan jika jatuh sakit,” jelas Anshori.
Tak hanya jemaah, petugas haji pun diwajibkan memiliki jaminan kesehatan ini. Melalui BPJS Kesehatan, mereka bisa mengakses fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama, termasuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang tersedia di Klinik Asrama Haji.
Lebih lanjut, dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jemaah juga bisa melakukan skrining kesehatan mandiri melalui aplikasi Mobile JKN. Sistem ini memungkinkan rekam medis jemaah dapat diakses kapan saja, sehingga jika diperlukan perawatan, riwayat kesehatannya sudah terdokumentasi dengan baik.
BACA JUGA: Alasan Surabaya Jadi Embarkasi Haji Termahal
“Riwayat kesehatan jemaah yang sudah menjadi peserta JKN bisa langsung diakses. Ini sangat membantu jika mereka membutuhkan pengobatan selama berada di Tanah Suci,” tambahnya.
Melihat pentingnya aspek kesehatan ini, Kemenag Tuban terus mengingatkan agar CJH yang belum memiliki BPJS segera mendaftarkan diri. Agar CJH bisa berangkat haji dalam kondisi lebih siap, baik secara fisik maupun administratif.
“Jangan sampai ada yang berangkat tanpa jaminan kesehatan. Cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia, dan sebagian besar jemaah kita lansia. Kami harap semuanya bisa melengkapi persyaratan ini sebelum keberangkatan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko