JOMBANG, Tugujatim.id – Jumat dini hari (19/06/2026) menjadi malam penuh teror bagi RAW, 26, pemuda asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Sepulang nongkrong, pemuda di Jombang ini diduga menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan sekelompok misterius atau orang tidak dikenal di wilayah Kecamatan Ngoro.
Menurut penuturan paman korban berinisial DW, 49, malam itu RAW dan lima temannya baru saja meninggalkan sebuah warung kopi di kawasan Ngoro. Mereka berboncengan di atas tiga sepeda motor, perjalanan yang seharusnya biasa saja.
Baca Juga: 6 Wisatawan Pantai Wediawu Malang Luka-Luka Dikeroyok, Mobil Warga Surabaya Rusak Penuh Coretan Cat
Namun, situasi berubah drastis saat rombongan melewati kawasan penggilingan batu di Dusun Berjel, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, sekitar jam 02.30 WIB. Tiba-tiba, sekelompok pemuda berbaju serba hitam dengan masker menutup wajah menghadang mereka di tengah jalan.
“Awalnya mereka dihadang dan sempat dilempari batu oleh rombongan pertama, tetapi keponakan saya dan teman-temannya masih bisa menghindar dan lanjut jalan,” cerita DW kepada awak media, Sabtu (20/06/2026).
Lolos Pertama, Terjebak di Hadangan Kedua
Berhasil kabur dari hadangan pertama, rombongan RAW tidak tahu bahwa ancaman sesungguhnya sudah menunggu di depan. Tak jauh dari lokasi pertama, kelompok lain sudah bersiap mencegat mereka.
Kelompok kedua ini jauh lebih besar. Menurut perkiraan DW, jumlahnya sekitar 25 orang. Mereka tidak sekadar menghadang; sebagian diduga membawa senjata tajam dan langsung menyerbu tanpa basa-basi.
“Kelompok kedua ini lebih banyak dan bertindak lebih beringas sambil mengayunkan senjata tajam,” sambung DW.
Di tengah hujan lemparan batu dan kepanikan yang memuncak, RAW terjatuh dari motornya setelah salah satu pelaku menarik tangannya secara paksa. Lima rekannya berhasil meloloskan diri, tetapi RAW tertinggal sendirian.
Diseret ke Kebun Tebu, Dihajar Ramai-Ramai
RAW yang sudah terjatuh langsung menjadi sasaran. Dia dipukul, ditendang, lalu diseret paksa masuk ke area kebun tebu di dekat lokasi.
Di dalam kebun itu, para pelaku kembali menganiaya RAW, bahkan menggunakan batang tebu. Aksi brutal itu baru berhenti ketika sebuah mobil patroli Polsek Ngoro kebetulan melintas. Melihat kehadiran polisi, para pelaku langsung bubar dan kabur.
Baca Juga: Pemuda Mabuk Diduga Keroyok dan Tusuk Warga Klayatan Malang, Polisi Identifikasi 3 Pelaku
RAW mengalami sejumlah luka yang cukup parah. DW merinci kondisi keponakannya: patah tulang di pergelangan tangan, memar di punggung, serta luka lebam di kepala dan wajah. Pelaku juga membawa kabur ponsel.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan adanya laporan mengenai pengeroyokan di kawasan Ngoro. Dia mengatakan, petugas saat ini tengah memburu para pelaku sekaligus menggali motif di balik aksi kekerasan jalanan tersebut.
“Hari ini kami memang menerima laporan dari pihak korban yang diwakili orang tuanya. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk kepentingan penyelidikan,” jelas AKP Dimas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








