BOJONEGORO, Tugujatim.id – Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, terbukti memberi tambahan penghasilan bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Program Gayatri dirancang untuk memperkuat ekonomi rumah tangga melalui budidaya ayam petelur skala kecil. Dengan pola pendampingan dan dukungan sarana produksi, masyarakat didorong mengelola ternak secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki menyampaikan, sepanjang 2025, penyaluran paket ayam Gayatri telah menjangkau ribuan KPM dari berbagai sumber pendanaan.
Menurutnya, program yang bersumber dari APBD Induk 2025 telah disalurkan kepada 400 KPM. Sementara dari Perubahan APBD 2025, jumlah penerima meningkat signifikan hingga 5.000 KPM.
Selain itu, dukungan juga datang dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjangkau 575 KPM. Adapun untuk Gayatri yang didanai melalui APBDes, data penerima tercatat dan dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Sepanjang 2025, Gayatri menjangkau ribuan KPM dari berbagai sumber pendanaan. Ini menunjukkan program tersebut mendapat dukungan lintas sektor,” jelas Fajar.
Memasuki 2026, Pemkab Bojonegoro kembali melanjutkan program ini dengan sasaran penerima yang tidak kalah besar. Pada tahun ini, Gayatri telah dianggarkan untuk menjangkau 4.400 KPM di berbagai wilayah.
“Di 2026, program Gayatri tetap berlanjut dengan sasaran 4.400 KPM. Harapannya, semakin banyak keluarga yang bisa merasakan manfaat dan mulai mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Dari sisi produksi, hasil budidaya ayam petelur Gayatri juga menunjukkan perkembangan positif. Ayam petelur yang bersumber dari APBD Induk 2025 saat ini telah memasuki masa puncak produksi telur.
“Untuk Gayatri APBD Induk 2025, produksi sudah mencapai sekitar 82 persen karena sudah masuk masa puncak. Sementara yang dari Perubahan APBD, produksinya masih bervariasi, mulai dari 30 persen dan terus meningkat,” terang Fajar.
Ia berharap seluruh KPM dapat menerapkan materi bimbingan teknis yang telah diberikan, terutama terkait manajemen kandang dan pola pemberian pakan. Dengan perawatan yang tepat, ayam diharapkan tetap sehat dan produktivitas telur terjaga.
Selain itu, KPM juga diimbau menyisihkan sebagian hasil penjualan telur untuk ditabung. Tabungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli ayam pullet pengganti ketika masa produksi ayam yang diterima telah berakhir, sehingga usaha ternak ayam petelur dapat terus berjalan.
Melalui Program Gayatri, Pemkab Bojonegoro menargetkan tumbuhnya ekonomi keluarga berbasis peternakan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








