• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Desa Terunyan.

Tradisi Desa Terunyan memakamkan jenazah di atas tanah di bawah pohon besar. (Foto: dokumen Saowalak Thinmaluan)

Budaya Unik di Desa Terunyan Bali, Makamkan Jenazah di Bawah Pohon Besar

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Esai
0
Share on FacebookShare on Twitter

BALI, Tugujatim.id – Terunyan adalah sebuah desa unik yang terletak di tepi timur Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Desa Terunyan terbilang unik karena memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari yang lainnya.

Di balik pantai Bali yang indah dan pura yang megah, ada sebuah desa kecil dengan tradisi unik dan kuno yang jarang ditemukan di tempat lain. Namanya Desa Terunyan, sebuah desa yang terletak di tepi timur Danau Batur, Kabupaten Bangli.

You might also like

Tuban

Tuban dari Kadipaten ke Kabupaten: Jejak Panjang Kota Pesisir yang Tak Pernah Padam

18/11/2025 9:16 AM
Karanggenting.

Memaknai Kelahiran dan Kehadiran: Refleksi Satu Tahun Pesantren Budaya Karanggenting

08/01/2025 9:38 AM

Keunikan Pemakaman Jenazah

Hal yang membuat desa ini terkenal adalah tradisi pemakaman yang sangat berbeda dengan masyarakat Bali lainnya. Jika di tempat lain jenazah biasanya dibakar (ngaben) atau dikuburkan, masyarakat Terunyan memiliki cara yang berbeda, yaitu dengan meletakkan jenazah di atas tanah di bawah pohon besar yang disebut Taru Menyan. Pohon Taru Menyan inilah yang menjadi asal nama desa Terunyan.

Tradisi di Desa Terunyan.
Kerangka manusia yang ada di Desa Terunyan, Bali. (Foto: dokumen Saowalak Thinmaluan)

 

“Pohon ini mengeluarkan bau harum alami yang bisa menetralisasi bau dari jenazah, sehingga meskipun ada beberapa jenazah di sana, tidak ada bau busuk yang tercium,” tutur warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Tradisi Mepasah

Tradisi pemakaman ini disebut Mepasah. Jenazah yang baru meninggal akan dibersihkan, dipakaikan pakaian adat, lalu dibaringkan di atas tanah dan ditutupi dengan anyaman bambu. Lokasi pemakaman ini disebut Sema Wayah, hanya orang yang meninggal secara wajar (bukan karena kecelakaan atau penyakit menular) yang boleh dimakamkan di sini. Jika tidak, jenazah akan dimakamkan di tempat lain di desa.

Desa Terunyan Bali.
Saowalak Thinmaluan, penulis sedang berdoa saat mengunjungi Desa Teranyan. (Foto: dokumen Saowalak Thinmaluan)

 

Biasanya, hanya ada 11 jenazah yang boleh diletakkan di tempat tersebut. Jika ada yang baru meninggal, maka jenazah yang paling lama akan dipindahkan ke tempat lain agar tempatnya bisa digunakan. Masyarakat Terunyan adalah bagian dari suku Bali Aga, yaitu penduduk asli Bali yang mempertahankan tradisi nenek moyang sejak sebelum datangnya pengaruh Hindu dari Jawa.

Cara Menuju Desa Terunyan

Untuk menuju ke Desa Terunyan, pengunjung harus menyeberangi Danau Batur dengan perahu dari Desa Kedisan. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 30 menit karena letaknya yang terpencil dan hanya bisa dijangkau lewat danau.

Tradisi pemakaman di Desa Terunyan.
Pengunjung tampak menyeberangi Danau Batur dengan perahu dari Desa Kedisan menuju Desa Teranyan. (Foto: dokumen Saowalak Thinmaluan)

 

“Saya suka perjalanan ke Desa Terunyan karena pemandangan bagus, udara yang segar, dan saya punya pengalaman baru yaitu naik perahu,” jelas Vita, salah satu pengunjung.

Desa Terunyan bukan hanya tempat wisata, tapi juga cermin dari kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Di tengah dunia yang semakin modern, Terunyan tetap bertahan dengan adat istiadat leluhurnya.

26f04ca5 718e 4082 85f6 199632bec9af 1
Saowalak Thinmaluan, penulis sekaligus mahasiswa Universitas Walailak Thailand yang belajar di UM. (Foto: dok pribadi)

 

Pengunjung harus datang dengan rasa hormat, tidak mengambil foto secara sembarangan, dan tidak mengganggu ketenangan warga desa. Jika kamu ingin mengenal Bali lebih dalam dari sisi yang berbeda, maka Terunyan adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Saowalak Thinmaluan (seawlaksnthinmalwn@gmail.com)

Mahasiswa Universitas Walailak Thailand yang sedang belajar bahasa Indonesia di UPT PSBBI (BIPA) Universitas Negeri Malang.

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bali hari iniBerita Bali hari iniDesa Terunyan BaliPemakaman di Desa TerunyanTradisi Mepasah di Bali
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Tuban

Tuban dari Kadipaten ke Kabupaten: Jejak Panjang Kota Pesisir yang Tak Pernah Padam

by Darmadi Sasongko
18/11/2025 9:16 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id — Di balik hiruk-pikuk kota pesisir yang kini tumbuh sebagai simpul industri dan jalur transit penting di jalur...

Karanggenting.

Memaknai Kelahiran dan Kehadiran: Refleksi Satu Tahun Pesantren Budaya Karanggenting

by Dwi Linda
08/01/2025 9:38 AM
0

Oleh: Fathul H. Panatapraja, Ketua Lesbumi NU Kota Malang   Nuqtatul Wujud Bismillahirrahmanirrahim, adalah lafadz yang merupakan rukun qauli untuk...

Unim Mojokerto 3

Peran Baru dan Kriteria Pemimpin Versi Cak Sandi

by Darmadi Sasongko
10/09/2024 12:22 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Ada peristiwa tak biasa pada Opening Ceremony Peringatan Dies Natalis XXV Universitas Islam Majapahit (UNIM) kali ini...

Prof Masud

Kunjungan Muhibbah ke Baghdad: Menghidupkan Spiritualitas Thariqat Al Qadiriyah di Dunia Modern

by Darmadi Sasongko
26/05/2024 9:21 PM
0

Tugujatim.id - Akhir pekan ini, Sabtu, 25 - 29 Mei 2024 saya ikut rombongan Ibu Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan...

Next Post
Cafe Romantis di Jember untuk Dinner Berdua

Cafe Romantis di Jember untuk Dinner Berdua

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID