SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, meninjau dapur darurat yang didirikan di belakang Kampus 2 Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Selasa (30/9/2025). Dapur darurat tersebut dipersiapkan untuk melayani para wali santri yang datang dari berbagai daerah setelah mendengar kabar runtuhnya musholla di kompleks Pondok Pesantren.
Berdasarkan pantauan wartawan tugujatim.id, Kehadiran para wali santri dari luar kota tidak hanya untuk menjemput kabar, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi keluarga besar pondok. Sembari menunggu proses evakuasi, mereka difasilitasi dengan layanan konsumsi dari dapur darurat agar tetap mendapat makanan dan minuman.
Bupati Subandi menyampaikan bahwa dapur darurat ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Sidoarjo bersama Pemprov Jawa Timur terhadap keluarga korban.
“Kami ingin memastikan kebutuhan dasar bagi para wali santri yang menunggu tetap terpenuhi, agar mereka bisa fokus menanti informasi dari tim evakuasi,” ujarnya.

Hingga pukul 13.21 WIB, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten dan Provinsi, TNI, Polri, serta relawan masih berupaya maksimal mengevakuasi para santri yang terjebak. Beberapa titik reruntuhan masih menjadi fokus pencarian.
Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo bersama Dinsos Provinsi Jawa Timur menjadi penanggung jawab utama dapur darurat ini, dengan dukungan para relawan seperti Tagana, JRC, dan organisasi sosial lainnya. Puluhan relawan bergantian menyiapkan makanan hangat bagi para wali santri maupun petugas evakuasi yang bekerja di lapangan.
Bupati Subandi berharap seluruh proses evakuasi berjalan lancar hingga tuntas, serta keluarga korban diberi kesabaran menghadapi musibah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fauzan
Editor: Darmadi Sasongko








