Catatan Halalbihalal UIN Maliki Malang - Tugujatim.id

Catatan Halalbihalal UIN Maliki Malang

  • Bagikan
Fuji Astutik MPsi. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Fuji Astutik MPsi. (Foto: Dok)

Oleh: Fuji Astutik MPsi, Dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang

Tugujatim.id – Halalbihalal mengadung banyak makna, selain sebuah tradisi, halalbihalal juga menjadi ajang menjalin tali silaturahmi dalam meleburkan diri dalam kebaikan. Ada beberapa catatan kecil dari halalbihalal ini. Mengutip dari penyampaian fatwa pemateri, ada beberapa hal yang menjadikan diri seseorang menjadi fitrah dan sehat mental setelah halalbihalal. Yaitu dimulai dari menata niat karena niat yang baik dan tulus akan menentukan kualitas amal kita.

Sebaliknya, banyak kewajiban diikuti dengan niat yang tulus dan benar. Dalam salah satu teori psikologi kognitif disebutkan bahwa apa yang dipikirkan oleh seseorang akan menentukan apa yang kita lakukan. Ketika kita salah dalam berpikir akan memengaruhi perilaku seseorang. Pikiran yang salah akan memunculkan perilaku yang salah, begitu sebaliknya jika pola pikir sudah benar, maka perilaku juga akan benar.

Seseorang menjadi tidak sehat secara mental dikarenakan adanya kesalahan dalam berpikir mengenai keadaan kejadian dan tujuan-tujuan hidup yang ditetapkan. Maka untuk mencapai tujuan yang positif, kehidupan yang positif harus cara berpikirnya juga positif.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga pola pikir yang positif. Pertama, melihat segala sesuatu dengan objektif, yaitu tidak menambahi ataupun mengurangi penilaian atas kejadian yang terjadi. Kedua, tidak melakukan generalisasi atas sebuah peristiwa, misalnya ada satu kejadian yang tidak nyaman bukan berarti seluruh kehidupan kita juga tidak baik. Ketiga, tidak terlalu terfokus dengan kejadian di masa lalu, menjadikan masa lalu sebagai satu pelajaran hidup bukan trauma semata.

Selain itu, keempat tidak terlalu diliputi dengan kecemasan dengan masa depan dan khawatir. Mempersiapkan masa depan memang tidak salah, tapi diliputi ketakutan yang berlebihan juga akan membuat kita merasakan cemas di dalam hidup. Menilai diri secara objektif, menilai orang lain secara objektif, dan menilai lingkungan secara objektif akan jauh lebih baik dan membuat lebih bahagia. (*)

 

  • Bagikan