CCF Rayakan HUT Ke-6, Inilah Program Nyata dalam Bidang Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan

  • Bagikan
Founder CCF Baskoro talk Show bersama 101 Hotel Malang di Kosmonita FM. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Founder CCF Baskoro talk Show bersama 101 Hotel Malang di Kosmonita FM. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.id – Climate Change Frontier (CCF) hari ini (13/07/2021) tepat merayakan HUT-nya ke-6. CCF sendiri merupakan sebuah gerakan yang di dalamnya ada tindakan mempertahankan lingkungan hidup dan kemanusiaan. CCF yang telah berdiri sejak 2015 hingga saat ini telah menunjukkan berbagai kepeduliannya kepada sesama untuk menjadi bagian perubahan yang lebih baik.

CCF bersama Continental di Persemaian Mandiri Lereng Gunung Arjuno.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
CCF bersama Continental di Persemaian Mandiri Lereng Gunung Arjuno.(Foto: Dokumen)

“CCF didirikan pada 13 Juli 2015, awalnya kami hanya fokus pada dampak perubahan iklim. Kemudian memasuki 2016 silam, kami memperluas tujuan. Yaitu, perlindungan lingkungan hidup dan kemanusiaan,” ujar Founder CCF Baskoro.

Bersama kelima rekannya, Baskoro telah melakukan berbagai aksi perubahan lingkungan hidup dan kemanusiaan di wilayah Jawa Timur, bahkan hingga ke luar negeri.

“Kalau ngomong aksi ya banyak. Kami melakukannya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Thailand, hingga Singapura,” katanya.

Untuk bidang lingkungan hidup, CCF membantu mengurangi penggunaan produk plastik, seperti tas plastik, sedotan plastik, dan botol plastik. Selain itu, juga membantu menyelamatkan hutan di Indonesia. Sementara untuk program kemanusiaan, CCF bergerak membantu bencana alam yang terjadi di Indonesia, seperti salah satunya yang terjadi di Palu pada 2018 silam.

CCF bersama Bye Bye Plastic Bags Malang di Savana Hotel Malang.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
CCF bersama Bye Bye Plastic Bags Malang di Savana Hotel Malang.(Foto: Dokumen)

Tak hanya itu, untuk membantu warga prasejahtera yang berada di pinggiran kota, Baskoro membuat CCF Food Rider yang beraksi memberikan makanan siap saji untuk mereka yang membutuhkan dan memberikan bantuan makanan tambahan kepada para siswa SD.

Sementara itu, pada 2019-2020, CCF telah membuat serangkaian program terkait lingkungan hidup yang telah dirancang sedemikian rupa dan siap dijalankan, bahkan telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Namun, rupanya hal tersebut harus dibatalkan karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Dari kejadian tersebut, CCF tak mau berdiam diri. Pada 16 Maret 2020, Baskoro bersama rekannya turun ke lapangan dan membantu pemerintah serta masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

“Saat di lapangan, kami berikan sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan menerapkan penggunaan masker, jangan panik, dan lain-lainnya,” ujar Baskoro.

Selain itu, CCF juga menyemprot desinfektan untuk rumah-rumah warga dan memberikan hand sanitizer untuk rumah sakit. Salah satunya RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

CCF bersama AIESEC Universitas Brawijaya di Aria Hotel Malang.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
CCF bersama AIESEC Universitas Brawijaya di Aria Hotel Malang.(Foto: Dokumen)

“Kami juga sudah membantu lebih dari 2.000 rumah untuk disemprot desinfektan,” sambung Baskoro.

Upaya dalam membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi gencar dilakukan, terbukti pada 2020, CCF membuat Gerakan 1.000 Usaha Mandiri CCF. Hingga saat ini sudah ada 9 usaha yang didirikan untuk masyarakat.

“Kami buatkan usaha, kemudian kami serahkan kepada masyarakat. Tujuannya hanya satu, agar mereka bertahan di tengah pandemi,” kata Baskoro.

Target CCF dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan juga dilakukan dengan membangun Aksi Mitra Ekonomi Desa (AMED). Bahkan, untuk menanamkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal, CCF membuat “2ku Produk Lokal”.

CCF Campaign #byesedotanplastik di Aston Hotel Bojonegoro.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
CCF Campaign #byesedotanplastik di Aston Hotel Bojonegoro.(Foto: Dokumen)

“Semua program yang kami jalankan itu biayanya didapat secara mandiri dan ada dari teman yang telah membantu sejak 6 tahun lalu,” jelas Baskoro.

Dan 6 tahun bukanlah waktu yang singkat, dengan komitmen dan tujuan awal yaitu mempertahankan lingkungan hidup serta kemanusiaan, CCF mampu bertahan hingga saat ini.

“Selain itu, CCF memegang loyalitas terhadap komunitas. Meski kami bongkar pasang tim, tapi alhamdulillah CCF tetap berjalan. Kami selalu menanamkan empati diri sendiri dan orang lain untuk tetap berbuat sesuatu meski dalam keadaan apa pun,” kata Baskoro.

Dia berharap ke depannya terus mampu membantu masyarakat semaksimal mungkin, baik dari segi edukasi kesehatan atau sisi ekonomi. Dia juga berharap pandemi Covid-19 cepat selesai.

“Intinya, saya berharap bisa menjadi bagian perubahan,” ujar Baskoro.

 

  • Bagikan