News  

Cegah Angka Kematian Ibu dan Bayi lewat Program BIAN, DPRD Kabupaten Madiun Edukasi Warga Pinggiran

Kabupaten Madiun. (Foto: Wawan/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono (tiga dari kiri) saat ikut dalam pencanangan BIAN. (Foto: Wawan/Tugu Jatim)

MADIUN, Tugujatim.id – DPRD Kabupaten Madiun memberikan dukungan penuh pada pemerintah daerah setempat dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB). Hal tersebut terlihat dari peran dewan yang ikut menyosialisasikan berbagai program penurunan jumlahnya. Termasuk Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang digelar di Pendapa Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Selasa (02/08/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mengatakan, dalam beberapa kesempatan di lapangan pihaknya juga kerap menyampaikan program berkaitan hal tersebut. Tujuannya agar kesadaran masyarakat akan pentingnya memenuhi nutrisi bayi sejak di kandungan makin tinggi.

Dia mengatakan, upaya itu dilakukan sehingga ada pencegahan yang dilakukan para orang tua.

“Ini cara kami mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menurunkan jumlah AKI dan AKB di Kabupaten Madiun. Instansi terkait juga wajib melakukannya, terutama di daerah pinggiran,’’ tutur Fery di ruang kerjanya pada (10/08/2022).

Dia menambahkan, edukasi juga dilakukan saat Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Para orang tua perlu mengetahui pentingnya imunisasi bagi anak. Hal itu mencegah berbagai penyakit yang dapat menyebabkan AKB meningkat.

Selain itu, Fery juga meminta pemda melalui instansi terkait menyosialisasikan berbagai fasilitas sarana dan prasarana kesehatan ibu dan bayi, termasuk pelayanannya. Misalnya, rumah sakit atau puskesmas yang memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Sebab, dia mengatakan, sebagian besar kasus kematian terjadi di rumah sakit.

“Sarana prasarana kesehatan harus dipenuhi secara bertahap, termasuk di ruang konsultasi bagi ibu,’’ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami berharap peran lintas sektoral dan ormas, termasuk TNI dan Polri, dibutuhkan dalam kegiatan BIAN. Dia melanjutkan, tim TP PKK juga mempunyai peran penting seperti memberikan sosialisasi dan edukasi tentang waktu, lokasi, dan manfaat dari BIAN.

“Kami juga punya program Tisagaluh, yakni tiap satu orang kader bertugas mengedukasi tiga atau lebih anggota keluarganya dan 10 rumah di sekitarnya,’’ ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim