• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pelecehan seksual tugu jatim

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi selepas menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Pemkot Surabaya, pada Selasa (2/5/2023). Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Cegah Pelecehan Seksual pada Anak, Wali Kota Surabaya Ingatkan Peran Orang Tua

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa tidak ada pelecehan seksual di sekolah. Hal itu dia sampaikan selepas menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada Selasa (2/5/2023).

“Sebenernya tidak ada pelecehan seksual di sekolah. Yang ada itu, dia di rumah tanpa pengawasan orang tua. Anaknya pulang malam, keluar sama lawan jenis nggak dipantau. Kembali lagi ini adalah orang tua, jangan salahkan pendidikannya karena pendidikan paling utama untuk anak adalah keluarganya,” kata Eri.

You might also like

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

17/07/2026 7:33 PM
Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

17/07/2026 6:45 PM

Menurutnya, masifnya pengawasan orang tua kepada anak dapat berpengaruh untuk meminimalisir terjadinya pelecehan seksual. Sebab, antara anak dengan orang tua harus memiliki keterikatan hubungan yang erat.

”Makanya, dalam ajaran agama ada sakinah mawaddah mawarahmah. Anak pulang malam dicari, anaknya sayang orang tua. Jadi bukan karena pendidikannya. Sehebat apapun pendidikan di kota ini, sehebat apapun gurunya, kalau anak tidak ada ikatan dengan orang tua, maka ini (pelecehan) akan terus terjadi, tidak bisa digebyah-uyah,” tutur Eri.

Eri mengatakan bahwa pelecehan seksual juga bisa datang dari ketidakmampuan dari seseorang dalam menjaga dirinya sendiri, sehingga hal tersebut bisa berdampak terjadinya pelecehan seksual terlebih di lingkungan sosial masyarakat.

“Pelecehan seksual terjadi karena diri kita sendiri. Lihat itu, metu mbek koncone, digonceng dikei ombe (keluar sama teman, dibonceng, dikasih miras) baru dilakoni pelecehan seksual), bukan di sekolah,” ucapnya.

Sehingga orang tua perlu membangun ikatan keluarga yang harmonis, terutama hubungan kepada anak. Kata dia, hal tersebut juga akan berdampak pada penanaman karakter yang kuat pada anak. Oleh sebab itu, ia menekankan kasih sayang tua sangatlah penting.

Lebih lanjut, Eri mengatakan bahwa kurikulum tentang pelecehan seksual sudah masuk dalam materi Merdeka Belajar. Namun, pengajaran tersebut akan lebih kuat lagi jika dibarengi dengan penanaman karakter kebangsaan dan agama.

“Kurikulum pendidikan tentang pelecehan seksual itu sudah ada. Di pendidikan Pancasila, agama di sana sudah disampaikan mana yang boleh dan tidak. Tapi kembali lagi tidak bisa pendidikan karena kekuatan kita ada keluarga. 90 persen, anak akan nurut ke orang tua bukan ke guru,” ujar pria yang akrab disapa Cak Eri ini.

Ia juga mengajak kolaborasi antara guru, orang tua, dan jajaran Pemkot Surabaya untuk lebih menjaga generasi penerus. Seperti dalam pepatah Jawa, banyak anak banyak rezeki tetapi juga harus dibarengi dengan kontrol diri dan kemampuan.

“Ayok orang tua Surabaya dijaga anaknya, banyak anak banyak rezeki. Kalau kebanyakan anak tapi nggak bisa dijaga maka tidak akan terkontrol maka sesuaikan dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari inipelecehan seksualSurabayaWali Kota Surabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 7:33 PM
0

Kota Malang, Tugujatim.id - Gaduh pencegahan LGBT di berbagai daerah ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita....

Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 3.270 stand bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan...

Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Ancam Copot Pejabat yang Lambat Tangani Aduan Warga Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 9:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Usai dua minggu rutin melakukan inspeksi langsung ke lapangan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas...

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Next Post
Museum Pendidikan Surabaya.

Mengulik Museum Pendidikan Surabaya, Kupas Sejarah Dunia Belajar Mengajar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID