News  

Cegah Pergaulan Bebas, Duta Generasi Berencana Gelar Edukasi Seks di SDN 1 Ngadirejo Kabupaten Malang

Acara pendidikan seks di SDN 1 Ngadirejo Kabupaten Malang.
Acara pendidikan seks di SDN 1 Ngadirejo Kabupaten Malang. (Foto: Syafira Verenaneedha Tsaniya)

Tugujatim.id – Duta Generasi Berencana Kabupaten Malang menggelar edukasi seks di SDN 1 Ngadirejo Kabupaten Malang pada Jumat (02/09/2022). Acara tersebut diadakan oleh kelompok 16, gelombang 6 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Hadir sebagai pembicara Riska Dwi Febriyanti, Duta Generasi Berencana Kabupaten Malang. Turut mendampingi Ririn Harini, selaku dosen pembimbing lapangan. Sementara pesertanya siswa-siswi kelas 5 SDN 1 Ngadirejo.

Dalam pemaparannya, Riska menyampaikan pentingnya bagi siswa-siswi yang mulai menginjak usia remaja awal untuk lebih mengenal diri dengan mengetahui tanda-tanda pubertas baik secara fisik maupun psikis.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual dan seks pra nikah yang kian marak terjadi terhadap anak-anak dan remaja. Pendidikan seks di Indonesia masih dianggap hal yang tabu jika diberikan kepada anak-anak, padahal pengetahuan tentang seks sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak sejak dini.

“Alasan pendidikan seks penting untuk anak-anak adalah untuk memenuhi rasa ingin tahu anak, agar tidak terkejut saat melalui pubertas, dan mengedukasi tentang pentingnya menjaga organ reproduksi,” kata dia.

Menurutnya, masa remaja merupakan masa pubertas di mana remaja banyak mengalami perubahan fisik dan psikis akibat perkembangan hormon. Pubertas melibatkan perubahan fisik yang terjadi selama pra-remaja dan remaja.

Pada masa remaja, hasrat seksual mulai muncul dalam diri individu. Pada saat inilah sisi mental dan sosial mulai goyah dan remaja pada tahap ini mulai berusaha mencari dan menemukan jati dirinya.

“Pada tahap ini remaja sangat mudah terguncang dan tidak memiliki kestabilan mental, sehingga pada tahap ini remaja membutuhkan pengawasan dan bimbingan orang tua,” katanya.

Ciri Pubertas

Anak perempuan sebagian besar mengalami pubertas pada usia 8-13 tahun, sedangkan anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 10-16 tahun. Anak laki-laki mengalami pubertas lebih lambat daripada anak perempuan. Pada masa ini terjadi growth spurt bayi yang merupakan masa pertumbuhan tercepat kedua setelah masa bayi.

Berikut adalah ciri-ciri pubertas pada anak perempuan :

1. Payudara mulai tumbuh
2. Tumbuhnya rambut di area tertentu
3. Haid
4. Pinggul melebar
5. Muncul jerawat
Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki :
1. Pembesaran ukuran testis.
2. Skrotum anak laki-laki akan berubah menjadi semakin gelap
3. Produksi keringat bertambah
4. Mengalami mimpi basah.
5. Terjadinya perubahan suara yaitu menjadi lebih berat
6. Mulai tumbuh jerawat baik di area wajah maupun badan
7. Terbentuk otot-otot pada tubuh
8. Mulai tumbuh rambut pada wajah

Selain mengalami perubahan secara fisik, pada masa pubertas remaja juga akan mengalami perubahan psikis. Perubahan psikis yang dialami oleh remaja adalah emosi yang tidak stabil, mempertanyakan identitas diri. Kemudian, perasa atau mudah tersinggung, merasa insecure, dan mulai tertarik dengan lawan jenis.

Edukasi Seks Cegah Pergaulan Bebas

Berkembanganya teknologi saat ini memudahkan anak-anak untuk melihat konten di sosial media yang berhubungan dengan pacaran, sehingga mereka menganggap bahwa pacaran adalah sesuatu hal yang menyenangkan padahal hal tersebut bukanlah hal yang benar.

“Kurangnya pemahaman arti pacaran bisa menjadi gerbang pergaulan bebas,” tekannya.

Pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang tak sesuai norma dan ajaran agama. Akibat pergaulan bebas adalah menghambat impian serta cita-cita yang diinginkan, masa depan hancur, tidak percaya diri, menyesal, mengalami depresi dan dikucilkan oleh masyarakat.

Adapun cara agar terhindar dari pergaulan bebas, menurut Riska, yaitu berpendirian kokoh, selektif dalam memilih teman, bijak menggunakan hp dan internet serta mendekatkan diri pada agama.

“Dengan cara tersebut, diharapkan agar pergaulan bebas semakin berkurang dan jangan sampai bertambah,” atanya.

Agenda ini disambut baik oleh pihak sekolah dan wali murid karena dinilai membawa manfaat yang baik untuk mencegah kenakalan remaja seperti berpacaran yang pada akhirnya bisa menjurus untuk melakukan seks pra nikah.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula SDN 1 Ngadirejo pukul 08.00 hingga 11.00 ini berlangsung dengan lancar yang disambut dengan antusiasme dari siswa-siswi. Pada sela-sela materi siswa-siswi juga diberikan ice breaking untuk menjaga fokus agar tetap bisa menerima materi dengan baik.

Juga terdapat banyak hadiah-hadiah yang dibagikan jika siswa-siswi bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan oleh perwakilan siswa yaitu betapa pentingnya siswa-siswi untuk lebih mengenali diri sendiri agar terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk yang bisa menjerumuskan di masa mendatang seperti seks pra nikah.

Setelah melakukan sesi foto bersama, makanan ringan dibagikan kepada siswa-siswi sebagai bentuk apresiasi karena telah mengikuti kegiatan dengan baik.

Riska juga merasa senang karena bisa diberikan kesempatan untuk bertemu dan berbagi ilmu kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6 SDN 1 Ngadirejo sebagai bentuk upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual dan seks pra nikah khususnya di usia remaja.