Cegah Persebaran Covid-19, PCNU Trenggalek Imbau Warga Nahdliyin Tak Pulang Kampung Dulu

  • Bagikan
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek Fatkulloh Sholeh saat konferensi pers mengimbau warga Nadliyin Kabupaten Trenggalek untuk tak mudik dan patuhi prokes. (Foto: Dok Nahdlatul Ulama (NU) Trenggalek/Tugu Jatim)
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek Fatkulloh Sholeh saat konferensi pers mengimbau warga Nadliyin Kabupaten Trenggalek untuk tak mudik dan patuhi prokes. (Foto: Dok Nahdlatul Ulama (NU) Trenggalek)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Gema takbir berkumandang di musala dan masjid sekitar desa maupun perkotaan di Kabupaten Trenggalek. Namun, ada yang berbeda dengan Lebaran selama dua tahun ini karena dilanda wabah pandemi Covid-19. Hal itu membuat pemerintah menghalau pemudik hingga mencegah adanya kerumunan warga Nahdliyin. Sehingga mereka harus membatasi saat melakukan tradisi silaturahmi sebagai bentuk ikhtiar bersama memutus mata rantai virus Covid-19.

Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek Fatkulloh Sholeh dalam konferensi persnya mengimbau warga Nahdliyin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, suasana Lebaran kali ini masih dalam terkena pandemi.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Idul Fitri 1442 Hijriah ini sangat sakral untuk warga. Kami tetap mengimbau agar patuh menerapkan prokes,” jelas Fatkhulloh pada Rabu (12/05/2021).

Menanggapi hal tersebut, Gus Loh, sapaan akrabnya, melalui PCNU Trenggalek mengeluarkan imbauan melalui surat edaran yang ditujukan kepada pengurus cabang, majelis wakil cabang (MWC), ranting, pimpinan lembaga dan Banom NU, serta pengasuh pondok pesantren, serta takmir masjid dan musala se-Kabupaten Trenggalek.

“PCNU Trenggalek juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk ikhtiar kami. Dalam surat edaran yang bernomor 287/A/PC-NU/B/L-25/V/2021, isinya terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketika Hari Raya Idul Fitri 1442 H,” tandasnya.

Sementara itu, Gus Loh pun menanggapi soal membeludaknya pemudik yang ingin pulang kampung agar mereka menahan diri supaya tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19.

“Dengan sangat berat hati, warga Nahdliyin yang sedang berada di perantauan agar menahan diri dulu untuk pulang kampung. Semua pasti ada titik rindu yang dilampiaskan terhadap keluarga. Untuk saat ini sabar dulu, pandemi belum berakhir, kita sebagai warga Nahdliyin harus siap gotong royong mencegah wabah pandemi Covid-19,” tambahnya.

“Semoga Idul Fitri tahun ini berlangsung dengan aman dan nyaman, warga Nahdliyin dan seluruh umat muslim diberi kekuatan dan keberkahan lahir batin serta keselamatan dalam merayakan hari kemenangan ini. Aamiin,” ujar Gus Loh.

 

  • Bagikan