CEO Paragon Salman Subakat: Perusahaan yang Langgeng, Biasanya Perusahaan yang Peduli Pendidikan

  • Bagikan
CEO Paragon Salman Subakat dalam Business Online Talks bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) dengan tema Use Innovation to Grow Your Business secara daring pada Jumat (09/07/2021).(Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
CEO Paragon Salman Subakat dalam Business Online Talks bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) dengan tema Use Innovation to Grow Your Business secara daring pada Jumat (09/07/2021).(Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat menegaskan bahwa sesuatu yang besar lahir dari kebersamaan, termasuk inovasi.

“Inovasi itu sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Misal ada soto jenis baru, itu enak tapi ingin dijual Rp 40 ribu, gimana caranya supaya bisa laris, makanya harus bikin inovasi. Inovasi bukan dijalankan sendirian tapi bersama-sama, teamwork. Sama-sama bertukar pikiran bagaimana supaya bisa dikomersilkan,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Salman dalam Business Online Talks bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) dengan tema Use Innovation to Grow Your Business secara daring pada Jumat (09/07/2021).

Sebab, dalam sebuah tim tentunya akan terdiri dari banyak kepala dengan keahlian yang berbeda. Mengingat, Salman melanjutkan, segala sesuatu harus diserahkan pada ahlinya karena jika tidak maka tinggal tunggu kehancurannya.

“Sesuatu yang besar lahir dari kebersamaan. Kalau tujuannya bagus, usaha bagus, akan berhasil. Karena orang bikin usaha, tujuannya tidak semata-mata cari untung, tapi tim yang solid sehingga menemukan value yang bagus untuk mengelola tujuan itu,” sambungnya.

Pun untuk menjadi seorang inovator memerlukan jiwa kepemimpinan guna memengaruhi lingkungan serta membentuk ekosistem yang mendukung. Beberapa hal yang harus dimiliki oleh leader ialah nilai-nilai fathonah, amanah, shidiq, dan tabligh (FAST).

Salman juga menyarankan pada para mahasiswa untuk sering berinteraksi dan belajar pada orang-orang di sekelilingnya. Beruntung, jika satu di antara orang yang ditemui ialah sosok yang menginspirasi.

“Menurut saya, pengusaha yang langgeng adalah pengusaha yang peduli pendidikan. Misal seperti di Bandung, ada bapak penjual martabak yang anaknya bisa sampai sekolah di Jerman. Makanya kita seneng kalau ada anaknya pulang, dia bantuin bapaknya, sampai pernah ditanya ‘dari Jerman kok jualan martabak apa nggak malu’. Si anak menjawab dengan bangga ‘kenapa harus malu, kalau bukan karena martabak, saya tidak bisa berangkat ke Jerman’,” beber Salman.

Untuk itu, dia mendorong mahasiswa untuk aktif berinteraksi dan berinovasi. Dengan demikian akan terbentuk sebuah ekosistem dan peluang usaha yang bagus.

“Inovasi ada di mana saja. Karena itu, teman-teman yang ada di berbagai jurusan ndak harus bikin Tesla atau HP, tapi awali dengan membangun cara kerja, cara menjalani kuliah, cara berteman, dan cara belajar bareng. Sebab, itu juga bagian dari inovasi di bidang network dan culture,” ujar CEO perusahaan yang juga menaungi brand ternama, baik Wardah, Make Over, Emina, dan Kahf itu.

 

 

  • Bagikan