CEO Spotify Terus Berupaya Akusisi Arsenal - Tugujatim.id

CEO Spotify Terus Berupaya Akusisi Arsenal

  • Bagikan
Foto demontrasi para fans Arsenal di depan Stadion Emirates pada Agustus 2021. (Foto: IG @kroenke0ut/Tugu Jatim)
Foto demontrasi para fans Arsenal di depan Stadion Emirates pada Agustus 2021. (Foto: IG @kroenke0ut)

MALANG, Tugujatim.id – Berkali-kali ditolak, CEO Spotify Daniel EK tampaknya masih berusaha mengakuisisi tim Premier League asal London Utara, yaitu Arsenal. Hal ini diungkapkan oleh legenda Arsenal Thierry Henry dalam acara Monday Night Football.

King Henry, pria asal Swedia ini mengatakan, masih menunggu jawaban dari Stan Kroenke selaku pemilik The Gunners terkait tawaran 1,8 miliar poundsterling untuk mengakuisisi Arsenal sejak Mei 2021.

Namun, hingga saat ini tampaknya tawaran dari pemilik aplikasi layanan pemutar musik dan podcast terbesar di dunia ini belum ditanggapi sama sekali oleh Stan Kroenke.

Stan Kroenke sendiri sudah sejak awal 2021 ini didesak para legenda dan fans Arsenal untuk segera melepaskan saham mayoritas yang dia miliki di Arsenal. Pengusaha asal Amerika Serikat ini diketahui sejak 2007 sudah memiliki 9,9 persen saham Arsenal dan menjadi pemilik saham mayoritas 2011 dengan memegang 62 persen lebih saham The Gunners.

Hal ini tidak lain karena performa Arsenal yang setiap musimnya kian melorot. Ditambah manajemen Arsenal dianggap pelit saat bursa transfer, padahal para Gooners (fans Arsenal) menilai jika tiket masuk stadion Emirates (kandang Arsenal) tergolong paling mahal di antara tim-tim lain di Liga Inggris.

Terlebih, Kroenke dianggap lebih menganakemaskan tim NFL Los Angeles Rams dan membuat tim tersebut layaknya Los Galacticos di antara tim Amerika Football lainnya.

Hal inilah yang membuat para Gooners melakukan demo berjilid-jilid di depan Emirates Stadium demi menuntut agar Stan Kroenke dan keluarganya keluar dari kursi kepengurusan Meriam London.

Selain itu, para legenda Arsenal seperti Thierry Henry dan Patrick Vieira juga mendukung langkah Daniel EK untuk mengakuisisi dan merevolusi kursi manajemen klub yang sudah 13 kali menjuarai Premier League ini.

 

  • Bagikan