• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Diskusi novel Gadis Kretek bersama penulis, Ratih Kumala (tengah) di Sidoarjo, pada Sabtu (16/12/2023). Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Diskusi novel Gadis Kretek bersama penulis, Ratih Kumala (tengah) di Sidoarjo, pada Sabtu (16/12/2023). Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Cerita di Balik Series Gadis Kretek: Riset 16 Tahun, Penulisan 4 Tahun

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Hiburan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Series Netflix, Gadis Kretek belakangan booming dan memunculkan banyak trend baru. Bagaimana cerita di balik series yang berangkat dari novel dengan judul yang sama ini?

Penulis novel Gadis Kretek, Ratih Kumalasari mengaku tak pernah berekspestasi bahwa novel yang ditulis selama empat tahun lamanya itu diangkat menjadi series Netflix. “Karena saya orangnya hanya sekadar ingin menulis,” katanya saat berkunjung ke Sidoarjo, Jawa Timur, dalam event diskusi Biennale Jatim X, pada Sabtu (16/12/2023).

You might also like

Kereta Surabaya Mojokerto.

Kereta Surabaya Mojokerto yang Banyak Dipilih Penumpang, Nyaman untuk Perjalanan Singkat

21/07/2026 9:09 PM
Decluttering rumah.

Decluttering Rumah, Kebiasaan Sederhana yang Membuat Hidup Lebih Nyaman

21/07/2026 2:13 PM

Ditonton oleh lebih dari 1,6 juta orang, penulis kelahiran Jakarta ini tak mempermasalahkan banyaknya review dari kalangan penikmat film dan pembaca hingga lintas negara setelah menonton series Netflix Gadis Kretek.

“Banyak yang di antara mereka yang meriview beda-beda. Tapi saya tidak menyalahkan karena problemnya memang seperti itu dan saya sangat senang. Teman-teman Malaysia sangat suka dengan Gadis Kretek. Saya sebagai orang Indonesia merasa happy,” ucapnya.

Tayangan pertama series Gadis Kretek justru bukan di Indonesia, melainkan Busan, Korea Selatan, saat gelaran Busan International Film. Dari cerita Ratih, banyak orang luar negeri saat itu yang sangat menantikan cerita series Gadis Kretek.

“World premiere di Busan tayangan pertama. Memang ketika ditayangkan, jumlahnya dua episode, sama dengan di Jakarta tapi yang dibedakan adalah subtitlenya. Tanggapannya bagus sekali, dua kali tayang, tiketnya terjual sold out,” paparnya.

Siapa sangka, series yang diangkat dari novel ini memiliki proses yang cukup panjang dan lama, yakni 16 tahun lamanya hingga menjadi film yang dapat dinikmati di tahun ini.

Mendapat pengalaman yang kaya. Dalam menggubah pengalaman menjadi sebuah karya tulisan, Ratih harus memahami perihal kretek dengan berkunjung ke kota yang identik dengan produksi komoditas kretek, yakni Kudus, Magelang, dan Temanggung.

“Saya riset 16 tahun sampai tayang. Tapi penulisannya memakan waktu empat tahun temasuk riset. Aku cukup beruntung karena dua tahun riset untuk buku, biaya sendiri, dan kemudian Netflix setuju untuk riset produksi. Terakhir ini saya tidak sendiri, tahun 2000 saya pergi ke Kudus, Magelang, dan Temanggung,” beber perempuan yang juga penulis skenario tersebut.

Inspirasi Cerita Gadis Kretek

Perempuan 43 tahun tersebut menceritakan bagaimana inspirasi Gadis Kretek muncul dari pikirannya. Kakeknya, seorang pengusaha kretek rumahan di suatu kota kecil di Jawa Tengah. Lantas ia menyebutnya sebagai Kota M dalam ceritanya.

“Ini cerita fiksi, terinspirasi dari keluargaku. Jauh sebelum aku lahir, dulu kakek pengusaha kretek rumahan di satu kota kecil di Jateng. Beliau meninggal yang tersisa hanya cerita. Dulu rumah ini ada pelinting, tempat menyimpan tembakau kering, orang-orangnya, jadi nempel. Itu waktu kecil sebelum saya bercita-cita jadi penulis,” ucapnya.

Sempat menuliskan memori itu dalam sebuah cerita pendek. Keterbatasan memori, keinginannya untuk menerbitkan dalam sebuah novel sangat besar sehingga dia harus melakukan riset terlebih dahulu hingga menjadi satu cerita novel yang utuh.

“Untuk produksinya sendiri (series), proses dari pra-premier itu dari 2019 hingga 2023 jadi bisa tayang. Syutingnya lima episode membutuhkan waktu tiga bulan. Di luar syuting itu ada banyak proses yang harus dilewati,” pungkasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita sidoarjoberita sidoarjo hari inigadis kretekseries gadis kretekSidoarjo
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Kereta Surabaya Mojokerto.

Kereta Surabaya Mojokerto yang Banyak Dipilih Penumpang, Nyaman untuk Perjalanan Singkat

by Dwi Linda
21/07/2026 9:09 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Perjalanan dari Surabaya menuju Mojokerto menjadi salah satu rute yang cukup padat setiap harinya. Selain digunakan oleh...

Decluttering rumah.

Decluttering Rumah, Kebiasaan Sederhana yang Membuat Hidup Lebih Nyaman

by Dwi Linda
21/07/2026 2:13 PM
0

Tugujatim.id - Decluttering rumah menjadi kebiasaan sederhana yang efektif meningkatkan kualitas hidup di tengah gaya hidup modern yang serba cepat....

Jenis kain.

Jangan Asal Cuci, Ini 9 Jenis Kain yang Perawatannya Berbeda

by Dwi Linda
18/07/2026 9:18 PM
0

Tugujatim.id - Pernah merasa pakaian yang baru dibeli cepat berubah bentuk, mudah kusut, atau warnanya mulai memudar setelah beberapa kali...

Stasiun paling indah Jawa Timur.

Stasiun Paling Indah Jawa Timur dengan Arsitektur Menarik yang Masih Memikat Hingga Kini

by Dwi Linda
18/07/2026 10:36 AM
0

Tugujatim.id – Stasiun kereta api di Jawa Timur tidak lagi sekadar menjadi tempat naik dan turun penumpang. Stasiun paling indah...

Next Post
Ditangkap Polisi, Wanita di Pasuruan Mengaku Jual Sabu Karena Warungnya Sepi

Ditangkap Polisi, Wanita di Pasuruan Mengaku Jual Sabu Karena Warungnya Sepi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID