MALANG, Tugujatim.id – PT Bentoel dan PT Smoore Technology Indonesia mengucurkan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk difabel di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hasilnya, dua difabel di Malang mendapatkan manfaat dari program CSR itu.
Bahkan, produktivitas penyandang difabel di Malang ini bisa meningkat usai memanfaatkan CSR PT Bentoel. Tentunya, mereka memanfaatkan bantuan itu dengan baik untuk bekerja dan belajar.
Kursi Elektrik untuk Difabel Daksa
Salah satu difabel asal Kabupaten Malang bernama Yulian Agung Efrata mengungkapkan rasa gembiranya karena menerima bantuan kursi roda elektrik dari PT Bentoel. Dia mengatakan, kursi roda yang diterima pada 9 Desember 2022 masih digunakan hingga sekarang.
“Kursi rodanya sangat membantu untuk mobilitas saya, terutama untuk menghadiri acara resmi,” kata Agung.
Baca Juga: Semangat Peserta UTBK SNBT 2025 di Unej, Difabel dan Patah Kaki Tetap Ujian
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang ini mengatakan, kursi roda elektriknya tidak membutuhkan banyak tenaga. Dia hanya perlu memainkan jemari untuk menggerakkannya untuk mobile.
“Kursi rodanya pakai baterai. Jadi, saya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga,” tutup Agung.
Bantuan Laptop untuk Difabel Bekerja
Fatrullah Budi Harianto, difabel di Malang yang juga menerima CSR PT Bentoel berupa laptop dan beasiswa kuliah dari PT Smoore Technology Indonesia. Dia kini memanfaatkan bantuannya dengan baik.
Bahkan, Fatrullah menerima bantuan berupa laptop dari PT Bentoel pada 8 September 2023. Selain Fatrullah, ada sembilan difabel lainnya juga mendapatkan bantuan laptop dari PT Bentoel.
Dia menggunakan laptop tersebut awalnya untuk mendukung pekerjaannya di bagian pengarsipan Polresta Malang Kota. Sebelum memiliki laptop, dia harus mencatat data arsip di buku tulis.

“Dulu pencatatannya secara manual, ditulis di buku besar. Setelah ada laptop, pencatatannya dilakukan di laptop. Jadi, pekerjaan lebih cepat selesai,” jelasnya.
Laptopnya, dia mengatakan, kini alih fungsi mendukung studinya di Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Dia juga menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Laptop ini tidak dia gunakan untuk bekerja lagi. Menurut dia, kantornya saat ini sudah tersedia komputer yang bisa dia gunakan untuk mengarsipkan data.
“Sekarang saya pakai komputer di kantor. Laptopnya saya pakai buat kuliah saja,” kata Fatrullah.
Dia mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan CSR dari dua perusahaan besar di Malang. CSR-nya mampu membantunya lebih produktif dalam bekerja dan belajar.
“Laptop ini sangat berguna untuk aktivitas kerja saya, untuk kuliah saya, dan untuk memperbaiki taraf hidup,” kata Fatrullah.
Dia berharap perusahaan-perusahaan di Malang bisa memberikan porsi CSR yang lebih banyak bagi difabel. Dia juga berharap perusahaan besar bisa merekrut difabel sebagai karyawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








