MOJOKERTO, Tugujatim.id – Unik dan menarik, kala Pickleball Mojokerto menggulirkan kompetisi untuk anak usia dini. Pasalnya tidak ada hadiah uang untuk pemenang turnamen tersebut. Hadiah utama malah berupa hewan yang masih hidup.
“Hadiahnya berupa kambing. Jadi bukan uang pembinaan. Untuk yang lain mendapatkan raket, memang kami berusaha memberi hadiah selain uang,” ungkap pendiri Academy CSPRO Pickleball Mojokerto, Prof. Susilo.
Prof. Susilo berpandangan bahwa pemberian uang sebagai hadiah untuk atlet olahraga yang masih belia bisa berbuntut buruk. Seorang atlet akhirnya mengukur segala kompetisi dari besaran uang pembinaan.
“Kami tidak mau atlet itu selalu memperhitungkan segalanya tentang uang. Itu tidak baik. Maka kami ganti hadiahnya dengan yang lain. Pokoknya bukan uang untuk usia yang masih anak-anak,” bebernya.
Terlebih Prof. Susilo berkaca pada pengalaman pribadinya membawa olahraga pickleball. Seluruh dana pribadi ia kucurkan untuk mengenalkan dan membesarkan olahraga tersebut.
BACA JUGA: Cerita Susilo Sekjen IPF Rogoh Kocek Pribadi Demi Pickleball di Mojokerto
“Semua dari dana pribadi. Fasilitas latihan ini juga kami keluarkan secara pribadi. Rencana perluasan juga sudah kami siapkan,” ungkap Sekjen Indonesia Pickleball Federation (IPF) ini.
Dana ratusan juta dari kocek pribadi Prof. Susilo telah digelontorkan sejak 2019 lalu. Sosok yang juga berprofesi sebagai dosen UNJ ini mengaku segala hal ia kucurkan demi pembinaan atlet.
“Alhamdulillah berbuah prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Malang Raya 2025 lalu. Medali emas bisa kira raih,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








