Cerita Mistis Penjaga Makam di Malang, Penampakan Hantu hingga Anak Kesurupan

  • Bagikan
Makam pahlawan yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi)

MALANG – Pemakaman atau kuburan memang selalu dikaitkan dengan cerita mistis, hantu, atau misteri. Lalu apa benar makhluk gaib dan sosok astral tersebut ada? Jawabnya ada. Setidaknya seperti itulah kisah yang dialami oleh penjaga makam pahlawan di Malang ini.

Hal itu terungkap ketika Tugumalang.id (Grup Tugu Jatim) berkesempatan mewawancarai seorang penjaga makam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Makam Bahagia, Desa Gunung Petung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Andri Arifin namanya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Pria yang sehari-harinya merawat dan menjaga makam tersebut bercerita bahwa cerita mistis yang ia alami begitu banyak. Mulai dari penampakan hantu dengan wajah hancur, hingga kejadian kala banyak anak-anak yang tiba-tiba kesurupan.

Meski demikian, Andri mengaku tak takut atas penampakan-penampakan makhluk gaib yang ia lihat.

“Kalau untuk pengalaman mistis pasti ada. Sosok yang sebenarnya tidak menakutkan. Tapi hanya ingin diketahui kalau mereka ini ada, jadi mereka gak bakal ganggu kalau kita juga tidak ganggu,” terangnya sembari mengingat salah satu kisah mistisnya.

Ia mengaku, bahwa sosok hantu yang kerap ia lihat merupakan sosok pada jaman perjuangan.

“Biasanya ada bapak-bapak. Tapi mukanya hancur. Jadi tidak tahu sebenarnya dia orang tanah Jawa atau luar,” jelasnya.

“Waktu penampakan bajunya gak (tidak, red) karuan, secara kasat mata mungkin terkena bom. Jadi bajunya tentara atau bukan (tidak tahu, red),” imbuhnya.

Namun, ia mengaku selain hantu pria dengan muka yang terkesan terkena bom tersebut, terdapat makhluk gaib lain.

“Tapi selain bapak-bapak itu ada sosok astral lain di sini,” tegasnya.

Andri bahkan menunjukkan dimana biasanya ia melihat sosok astral.

“Penampakannya biasanya di ujung makam, dulu lebih lebat lagi di pojok makam dan ada pohon kenanga besar,” ungkapnya sambil menunjuk di sebelah mana.

“Dulu kebanyakan karena banyak pohon rimbun jadi kesannya gelap. Bahkan rumput ilalang lebih tinggi dari batu nisannya, jadi tidak kelihatan batu nisannya,” lanjutnya.

Kini sosok-sosok tersebut sudah jarang terlihat meskipun sesekali menapakkan diri.

“Tapi, semenjak ditebang mungkin mereka tahu diri dan pergi sendiri,” ungkapnya.

Namun, Andri tidak pernah merasa takut karena memiliki tips tersendiri. “Cara saya tidak takut itu adalah dari keyakinan hati, karena kita hidup berdampingan jado tidak perlu ditakuti,” bebernya.

Dalam kisah lain, Andri pernah menjadi saksi kesurupan massal saat renungan suci beberapa tahun lalu.

“Dulu waktu renungan suci malah banyak anak-anak yang kesurupan, mungkin karena pemikirannya kosong,” bebernya.

Terakhir, ia mengingatkan agar setiap orang yang ingin datang ke makam agar memiliki niat yang tulus.

“Intinya setiap memijakkan kaki selama kita bisa permisi pasti mereka tidak menggangu,” tutupnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan