Tugujatim.id – Di tengah kerumunan jemaah yang bersiap-siap meninggalkan Masjid Nabawi di Madinah, tiga jemaah Haji asal Tuban terpisah dari rombongannya. Gamiwati, Nanik dan Mbah Samini pun terlambat menyadari kalau rombongannya sudah selesai dari Raudha dan makam Rasulullah Muhammad SAW.
Ketiganya pun panik, cemas dan penuh harap agar mendapatkan kesempatan mengunjungi makam Rasulullah Muhammad SAW.
“Tiga orang jemaah haji asal Kabupaten Tuban itu terlambat masuk Raudha, karena pada waktu hari pelaksanaan masuk Roudoh yang dijadwalkan oleh sektor 5 mereka tidak tahu, katanya begitu, ketinggalan,” kata Laidia Mariyati petugas haji Kloter 14 gabungan kepada TuguJatim.id.

Ketiga jemaah asal Desa Watsogo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban itu sejadi-jadinya berusaha meuwujudkan impian berziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan Mereka mengaku malu kalau tidak menginjakkan kakinya di tempat suci tersebut.
Raudhah sendiri adalah area di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara rumah Rasulullah Muhammad SAW dan mimbar yang digunakan Beliau untuk berdakwah. Masjid Nabawi sendiri juga merupakan masjid kedua yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Saat ini rumah Rasulullah SAW menjadi makam beliau. Roudhah merupakan tempat paling mustajab untuk berdoa. Sholat di dalam Masjid Nabawi akan mendapatkan pahala 1.000 kali lipat.
“Kemudian kami melakukan komunikasi dengan pembimbing ibadah sektor 5 untuk mengusulkan agar 3 orang tersebut bisa masuk Raudhah. Oleh pembimbing ibadah sektor 5 kami disarankan untuk menjalin komunikasi dengan pembimbing ibadah kloter lain yang sama-sama di dalam lingkup sektor 5,” kata Laidia, sapaan akrabnya menceritakan.
Pihaknya bersepakat dengan petugas kloter 31 yakni dari Kabupaten Pasuruan untuk mengikutkan jemaah yang tertinggal. Namun, niatan itu tidak mulus karena terhalang oleh petugas Arab Saudi yang tidak memperbolehkan jamaah lain mengikuti kloter yang bukan kelompoknya.
“Tentu saja hal ini semakin membuat ketiga orang jemaah dari Kabupaten Tuban tersebut panik, hampir menangis. Karena mereka mengaku malu kalau tidak masuk Raudhah,” jelasnya.
Setelah berbagai perdebatan dan negosiasi yang panjang, petugas itu akhirnya mengizinkan mereka untuk mengunjungi makam Rasulullah. Saat akhirnya mereka berdiri di depan makam Rasulullah, air mata tak bisa lagi mereka tahan.
Begitu banyak perjuangan dan rintangan yang mereka hadapi untuk bisa sampai di sini. Penuh rasa syukur dan haru, tiga jemaah itu mengucurkan air mata di hadapan makam Rasulullah, merasa diberkahi atas kesempatan yang mereka peroleh.
“Mereka sangat terharu dan senang sekali keluar dari Raudhah dengan terbata-bata tidak menyangka di dalam mereka begitu merasakan ketenangan hati dan haru yang teramat sangat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor : Darmadi Sasongko








