GRESIK, Tugujatim.id – Pemerintah Arab Saudi resmi menerapkan sejumlah aturan baru menjelang musim ibadah umroh 2026. Karena itu, Chatour Travel mengingatkan jemaah soal aturan baru itu. Apa saja?
Regulasi terbaru tersebut menitikberatkan pada digitalisasi layanan serta penyesuaian data perjalanan jemaah secara ketat. Melalui pembaruan itu, jemaah umroh kini diwajibkan memastikan seluruh data perjalanan sesuai dengan sistem imigrasi Arab Saudi. Mulai dari jadwal keberangkatan, visa, hingga identitas digital berbasis aplikasi NUSUK.
Baca Juga: Harga Umroh 2026 Naik, Jemaah Terima Refund 100 Persen dari Chatour Travel!
Sebagai bentuk persiapan menghadapi musim umroh 2026, Chatour Travel mengingatkan calon jemaah agar mempersiapkan dokumen dan administrasi lebih awal guna menghindari kendala saat proses keberangkatan.

Salah satu perubahan utama adalah penentuan jadwal kedatangan jemaah yang mulai dibuka pada 1 Muharram 1448 Hijriah atau 15 Juni 2026. Ketentuan tersebut menjadi acuan resmi bagi maskapai maupun biro travel dalam menyusun jadwal penerbangan.
Selain itu, proses pengajuan visa umroh juga sudah dapat dilakukan mulai 1 Juni 2026. Jemaah disarankan segera melengkapi dokumen untuk menghindari kepadatan sistem saat musim keberangkatan dimulai.
Arab Saudi Wajibkan Sinkronisasi Data Visa dan Jadwal Perjalanan Jemaah
Arab Saudi juga mewajibkan sinkronisasi penuh antara data visa dengan jadwal perjalanan jemaah. Ketidaksesuaian tanggal masuk dan keluar pada itinerary berpotensi menimbulkan kendala saat pemeriksaan imigrasi di bandara.
Tak hanya itu, Pemerintah Saudi kini menerapkan standardisasi hotel melalui platform NUSUK. Hotel yang digunakan jemaah wajib terverifikasi dalam sistem guna memastikan standar pelayanan dan keamanan selama berada di Tanah Suci.

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah kewajiban membawa kartu identitas digital NUSUK Umroh selama berada di Arab Saudi. Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah untuk mengakses berbagai layanan publik hingga fasilitas kesehatan.
Sementara untuk akses masuk ke kawasan Rawdah di Masjid Nabawi, jemaah kini harus mereservasi secara mandiri melalui aplikasi NUSUK setelah visa diterbitkan. Sistem Tasreh Rawdah secara kolektif melalui muassasah tidak lagi diberlakukan.
Menurut Chatour Travel, perubahan regulasi tersebut menandai transformasi layanan umroh di Arab Saudi yang kini semakin terintegrasi secara digital. Karena itu, jemaah diminta aktif memantau perkembangan informasi dan memahami prosedur terbaru sebelum keberangkatan agar ibadah berjalan lancar dan sesuai aturan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








