• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Representatif CIOFF Indonesia, Ratu Nabila, pada Minggu (16/7/2023) pagi. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Representatif CIOFF Indonesia, Ratu Nabila, pada Minggu (16/7/2023) pagi. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

CIOFF Konsisten Tunjuk Surabaya Jadi Tuan Rumah Cross Culture International Folk Art

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Bukan kali pertama agenda Cross Culture International Folk Art digelar di Surabaya, Jawa Timur. Terhitung sudah 14 kali meski sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.

Perhelatan yang menggandeng beberapa negara dan daerah ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata yang berkolaborasi dengan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia di bawah naungan UNESCO.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Representatif CIOFF Indonesia, Ratu Nabila mengungkapkan, Surabaya memiliki kesiapan yang matang dibanding daerah lain setiap penyelenggaraan Cross Culture sehingga menjadi alasan mengapa Kota Pahlawan konsisten dipilih sebagai lokasi Cross Culture International Folk Art.

“Surabaya dipilih lagi karena Surabaya paling siap. Dari beberapa festival yang sudah kita laksanakan seperti di Sulawesi, Kalimantan, sudah pernah kita lakukan dan Surabaya paling siap,” katanya, pada Minggu (16/7/2023).

“Pemkotnya juga support sekali, kemudian organizernya luar biasa. Tadi juga peserta yang dua kali, tiga kali (terlibat di Cross Culture) mereka sangat menantikan di Surabaya karena paling organize dan nyaman. Dan kotanya banyak yang bisa dilihat,” imbuhnya.

Mengingat penyelenggaraan ini merupakan bagian dari program UNESCO, pihaknya sebelumnya telah melakukan proses seleksi terkait lokasi dan juga peserta yang terlibat. baik dari luar negeri maupun lokal (daerah di Indonesia).

“Kita bisanya proses kirim undangan ke seluruh negara-negara di dunia, kemudian nanti kita seleksi negara mana yang bisa masuk ke sini. Kita harus memastikan bahwa peserta yang hadir di festival ini adalah yang terbaik dan bisa menampilkan tarian serta musik mewakilkan negara masing-masing dengan kualitas terbaik,” ujarnya.

Ia berharap meski sempat tiga tahun vakum karena pandemi, Surabaya Cross Culture International Folk Art selama 16-20 Juli 2023 ini dapat dinikmati oleh masyarakat Surabaya dan menjadi asupan pengetahuan mengenai budaya luar negeri dan luar daerah.

“Tentunya kami berharap tahun ini bisa menjadi sebuah perhelatan yang meriah seperti tahun sebelumnya sebelum pandemi. Jadi banyak warga yang bisa melihat dan menjadi diplomasi pariwisata melalui kesenian,” pungkasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniCIOFFSCCIFASurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
kunjorowesi tugu jatim

Desa Kunjorowesi Mojokerto Kekurangan Air Bersih

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID