MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pembersihan limbah berbahaya dan beracun (B3) berjenis slag alumunium di Pungging, Kabupaten Mojokerto akhirnya rampung.
Limbah dengan berat hingga 105 ton ini diangkut menggunakan 3 truk tronton dan 12 dump truck untuk dibawa menuju tempat pengolahan limbah di Tuban.
Proses clean up limbah ini sudah selesai pada Sabtu (21/02/2026) .
“Sabtu (21/02/2026) sudah beres dan dilakukan secara bertahap menggunakan 3 truk tronton serta 12 dump truck,” ujar Elia Sutanti, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/02/2026).
Proses clean up ini juga menyisir kemasan bekas limbah berbahaya tersebut. Meski, terdapat kendala waktu cukup lama sebab kondisi di lapangan cukup riskan akibat terjangan hujan sehingga mengganggu kendaraan yang akan mengangkut limbah tersebut.
Sebelumnya, tumpukan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan dibuang sembarangan di Pungging, Kabupaten Mojokerto. Timbunan limbah B3 ini diduga berasal dari kawasan Jombang. Tidak pelak, warga dibikin geger akibat temuan limbah B3 yang dibuang sembarangan di ruang terbuka ini.
“Limbah diduga merupakan abu peleburan aluminium, ditemukan sekitar 14 gundukan dalam 1 lokasi. Kondisi limbah dikemas dalam sak karung tetapi bagian atas sudah terbuka semua,” kata Elia.
Saat diverifikasi lapangan oleh DLH Kabupaten Mojokerto, begitu masuk ke lokasi, tercium aroma yang begitu menyengat serta membuat mata pedih. Keterangan yang digali oleh pihak DLH dari warga setempat, bau menyengat juga terasa dari gundukan limbah ini.
Sementara itu, menurut asesmen DLH, karakteristik limbah abu peleburan aluminium ini sangat berbahaya. Selain itu, limbah ini ketika masih aktif bentuknya seperti pasir halus lembut berwarna abu-abu. Ketika limbah ini dalam kondisi kering, cenderung tidak berbau.
“Namun bila terkena air saat hujan turun, limbah tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat kalau terhirup terasa menusuk sampai ke dada dan membuat mata pedih,” imbuh Elia.
Namun, lama-kelamaan, limbah abu peleburan alumunium ini memadat seperti batu atau semen. Karakter ini yang kemudian seringkali dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan urugan.
“Dugaan kami, limbah ini dibuang saat malam hari,” tutup Elia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








