Coba Fitur Baru 'Safety Mode', Twitter Klaim dapat Blokir Otomatis Akun Pengganggu selama Seminggu

Coba Fitur Baru ‘Safety Mode’, Twitter Klaim dapat Blokir Otomatis Akun Pengganggu selama Seminggu

  • Bagikan
Twitter melakukan uji coba fitur baru, Safety Mode, yang diyakini dapat melindungi pengguna dari ujaran kebencian/tugu jatim
Twitter melakukan uji coba fitur baru, Safety Mode, yang diyakini dapat melindungi pengguna dari ujaran kebencian. (Foto: Pexels)

Tugujatim.idTwitter mengumumkan sedang menguji coba fitur terbaru yang diklaim dapat memblokir secara otomatis akun yang sering menyebarkan ujaran kebencian pada hari Rabu (1/9/2021) lalu.

Dilansir dari rfi.fr, fitur keamanan terbaru twitter tersebut adalah Safety Mode. Fitur ini akan memblokir akun yang dianggap mengganggu selama tujuh hari untuk melindungi para pengguna dari online abuse.

Akun yang diblokir disebutkan adalah akun yang sering mengirimkan mention yang berulang-ulang  dan mengandung ujaran kebencian dan penghinaan. Sementara para pengguna yang mengaktifkannya dapat tersaring dari mention yang teridentifikasi mengandung konten kasar selama.

Dengan ini pengguna tidak dapat melihat pesan yang mengandung kebencian tersebut. Kemudian, di akhir hari ke tujuh, pengguna akan mendapat notifikasi detail tentang akun yang diblokir lewat Safety Mode.

Pihak Twitter mengatakan bahwa teknologi yang mereka buat dapat memperhitungkan hubungan antar pengguna, sehingga akun yang sering berinteraksi dengannya tidak akan terblokir otomatis. Kemudian, untuk menilai pesan terblokir otomatis, Twitter akan mengidentifikasi dari percakapan para pengguna sebelumnya.

Selain itu, pengikut yang dirasa berbahaya dan tidak diinginkan tidak dapat mengikuti akun, melihat cuitan dan mengirim pesan pribadi kepada pengguna Safety Mode.

Meskipun begitu, teknologi ini masih dikatakan belum sempurna sehingga pihak perusahaan mengakui masih banyak kesalahan ditemukan. Mereka terus berupaya melakukan perbaikan. Fitur ini juga dikembangkan sebab Twitter mendapat banyak kritik dan masukan, termasuk setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, salah satunya dari ahli kesehatan mental dan kemanan siber.

Twitter mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin mengurangi beban pengguna yang sering terlibat dalam interaksi yang tidak diinginkan dan berkomitmen menciptakan ruangan yang sehat. Selain itu, mereka akan terus mengamati bagaimana Safety Mode bekerja dan terus melakukan peningkatan sehingga fitur ini dapat diluncurkan secara resmi dan digunakan oleh seluruh pengguna.

  • Bagikan