MOJOKERTO, Tugujatim.id – Cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Mojokerto Raya. Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan, keadaan ini akan berlangsung hingga pekan depan.
“Cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang sering menjadi pemicu datangnya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, termasuk turunnya hujan es di beberapa wilayah,” ujar Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga: Pernah Putus, Jembatan di Wonodadi Kutorejo Mojokerto Rusak Lagi Akibat Cuaca Ekstrem
Selain wilayah Mojokerto Raya, hampir semua wilayah lain di Jawa Timur juga dibayangi potensi cuaca ekstrem. Seperti Jombang, Madiun, Surabaya, Ngawi, Madiun, Jember, Gresik, Blitar, Banyuwangi, Probolinggo, Sidoarjo, Lumajang, Nganjuk, Malang, termasuk Ponorogo hingga Pamekasan dan Bangkalan.
Taufiq menambahkan, potensi cuaca ekstrem ini bisa berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
“Hampir seluruh (wilayah) Jawa Timur, mulai masuk musim hujan,” ujarnya.
Gangguan Gelombang Atmosfer Lintasi Area Jatim
Sementara itu, potensi cuaca ekstrem terjadi karena ada pola siklonik yang terjadi di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa. Pola ini memicu pembentukan daerah konvergensi di wilayah Jawa Timur yang berperan besar atas terbentuknya awan hujan.
Tidak hanya itu, BMKG melihat terdapat gangguan gelombang atmosfer yang melintasi area Jawa Timur. Lalu, suhu muka laut masih cukup hangat di sekitar Selat Madura. Hal ini mendorong pertumbuhan awan-awan konvektif yang bisa berakibat terjadi hujan sedang hingga lebat.
“Kami mengimbau masyarakat maupun instansi agar waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang mendadak yang bisa berujung terjadinya baik hujan deras maupun angin kencang selama sepekan ini,” tutur Taufiq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








